Baru saja ada acara pelepasan wisudawan program Pascasarjana Magister Administrasi Publik. Meriah sekali. Setelah acara inti yaitu penyerahan kenang-kenangan dan pelepasan selesai, seperti biasa dilanjutkan dengan acara makan siang. Saat itulah aku melihat dirimu duduk disana.
Untuk mendekati dan menyapa aku tidak berani. Yah, bagaimana lagi. Maka aku diamkan dirimu saat ini. Terkejut aku melihatmu seusai acara. Kau beranjak pulang, aku sudah merasa bahwa nanti ada kejadian yang akan membuatku terkejut.
Dan benar. Kau bersama dengannya. Yah, pergerakan yang kurang cepat.
Kembali ke pekerjaan awal. Ditemani oleh mas Iwan dengan petikan gitarnya dan suaranya yang sedikit serak. Ah, mengapa kau nyanyikan lagu itu mas Iwan?
Dan kuakui tanpa kemunafikan, kucinta kau…
Bahwasanya keakuanku bersumpah, kucinta kau…
Malah membuat aku semakin terpuruk. Mengapa juga setelah lagu itu kau nyanyikan lagu ini mas Iwan. Aaarrrggghhh…
Hari ini, kau patahkan hatiku, kau patahkan niatku, kau patahkan semangatku…
Entah mengapa, ku masih bisa cinta, bisa cinta padamu, kumaafkan salahmu…
Pencet ’skip’, ’skip’, ’skip’. Walah, ternyata albumnya yang Cinta.
Salah buka album.