Terkejut saya menyaksikan berita petang tadi. Betapa hukum rimba masih berlaku di rimba negara hukum yang diagung-agungkan. Apakah seperti ini yang harus dibanggakan Bangsa Indonesia. Apakah yang seperti ini yang menjadi obyek wisata unggulan untuk Visit Indonesia Year 2008.

Mahasiswa ditabrak hingga terlempar setinggi 3 meter. Patah kaki itu jelas. Dalam berita yang ditampilkan petang tadi, walaupun hanya rekaman kejadian petang tadi, saya juga bisa merasakan sakitnya. Anak bangsa sebagai masa depan bangsa dihajar mobil berkecepatan tinggi.

Setinggi dan sejauh itu tidak mungkin hanya dihajar mobil berkecepatan 30 kmpj. Pasti lebih dari itu. Mobil yang oleh polisi luar negeri digolongkan sebagai senjata mematikan digunakan untuk menghajar anak bangsa. Parahnya lagi usai menabrakkan mobilnya, langsung melarikan diri ke arah tol.

Saya sudah tidak mampu lagi menuliskan apa-apa. Berikutnya hanya kopipes dan link saja. Sayang saya tidak dapat menemukan videonya. Mungkin ada di blog lain. :evil:

24/06/2008 17:48 WIB
Ditabrak Mobil Polisi, Arfi Belum Sadarkan Diri
Moksa Hutasoit – detikcom
Jakarta – Mahasiswa yang tertabrak mobil polisi, masih terbaring di RS Jakarta. Arfi (23) mahasiwa IAIN Jambi ini ditabrak mobil polisi saat berdemo di depan gedung DPR. Pantauan detikcom di IGD RS Jakarta, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa [24/6/2008] pukul 17.30 WIB, Arfi tampak terbaring lemah dengan infus di lengan kirinya. Namun tidak ada setetes pun darah yang nampak. Arfi yang mengenakan baju coklat dan berambut keriting ini masih dirawat secara intensif di IGD RS Jakarta. ( rdf / fay )

24/06/2008 18:01 WIB
Ditabrak Mobil Polisi, Arfi Terlempar 3 Meter
Moksa Hutasoit – detikcom

Jakarta – Mahasiswa IAIN Jambi tertabrak mobil polisi di depan Gedung DPR. Arfi (23) terlempar hingga tiga meter saat mobil patroli polisi itu menabraknya.

Arfi tertabrak sekitar pukul 16.15 WIB di seberang gedung DPR. Saat itu sebuah mobil patroli polisi KIA Carens melintas di Jalan Gatot Subroto arah Cawang, Selasa [24/6/2008].

Tepat di bawah jembatan penyeberangan DPR, Mobil polisi itu sempat tertahan mahasiswa yang memblokade jalan. “Polisi pembunuh…polisi pembunuh,” teriak para mahasiswa sambil memukuli mobil polisi tersebut dengan kayu.

Demikian diceritakan saksi mata Reza di UGD RS Jakarta, Jl Sudirman, Jakarta, pukul 17.30 WIB.

Namun aksi itu dicegah dua orang mahasiswa. “Sudah…sudah biarkan lewat,” ujar dua mahasiswa itu pada rekan-rekannya. Mobil itu pun akhirnya dapat melintas.

Lolos dari hadangan mahasiswa polisi itu langsung tancap gas. Saat itulah Arfi yang berada di jalur cepat tertabrak mobil patroli tersebut. Arfi sempat terlempar setinggi 3 meter ke udara.

“Tadi terlempar setinggi tiga meter,” ujar Reza.

Usai menabrak, polisi tersebut tetap tancap gas. Para mahasiswa pun membawa Arfi ke RS Jakarta.
( rdf / nrl )