Diskusi Empat


Baik, kita masuki diskusi yang keempat dalam situs ini. Tugas kita untuk mencari latar belakang atau sebab timbulnya permasalahan, dan mencari solusi atau pemecahannya. Tidak sulit karena kita semua menghadapinya. Diskusi Empat kita mulai.

Permasalahan:

Minat mahasiswa peserta kuliah Metode Kuantitatif untuk berdiskusi rendah.

7 thoughts on “Diskusi Empat

  1. wah mas,prasaan diskusi 3 belom ada yg kasih komen deh,,koq udah dibuat diskusi empat ya?yaa tapi emang topik diskusinya sekarang bener2 pas sih,,hehe

    oiya sebelomnya minal aidin dulu ya buat semuanya,,maaf2 nih klo saya sering buat salah=)

    yaudah langsung masuk ke diskusinya,,tapi sebelomnya diskusi yg dimaksud disini,diskusi di kelas atau di blog ini ya??? tapi klo yg dimaksud dikusi yg diblog ya menurut ku,sih latarbelakang masalahnya ada diniat,,yah walaupun keliatan klise banget,ya abis apa lagi dong??hehe..oiya maksudnya niat disini yaitu dorongan (hasrat,,hehe) yg ada di kita buat berkomentar dan berdiskusi,ya bisa juga sub-sebabnya gara2 dikusi ini yg agak di-sunah-kan dikuliah..coba klo dikusi diwajibin dah jadi salah satu syarat buat ikut uas,huhhh pasti bakalan banjir komenter deh=)
    klo soal akses internet kayaknya udah gampang banget dapat koneksi internet gratis dikampus dan sekitarnya ya asal niat aja,,
    trus klo alasan karena blog diskusi ini kurang dikenal,,ya kayaknya rada gak mungkin deh,abis prasaan kan tiap kuliah dikasih tau alamat wordpress ini,,eh tapi coba bikin blog diskusinya di fs mas,,pasti banyak yg komentar tuh,,hehe
    trus klo sebabnya karena topik diskusi yg susah dan gak dikuasai kyaknya juga enggak deh,,abis yg ikut matkul ini kan semuanya ankg 06 yg pastinya udah ngambil MPS jadi buat yg awal2 kyak gini kan kita gak kaget2 banget,,
    yah baru segitu doang sih yg bisa saya pikirin,,klo ada yg punya tanggapan beda boleh lho,,,

  2. Oke…

    Masalah wajib or sunnah itu sih urusan kita masing-masing ya. Tapi kemarin memang dibuat sunnah, karena kuliah ini memang dilandasi dengan minat. Bila diwajibkan nanti mahasiswa tidak akan berkembang. Maunya dipaksa terus. Sekarang ini kan yang dibutuhkan generasi muda yang punya inisiatif dan kreatif. Masa sih harus dicambuk terus seperti masa penjajahan dulu?

    Kemarin memang mau dimasukkan ke FS. Tapi terjadi kesulitan pada waktu loadingnya. Jadi keputusan diambil pada WordPress. Dengan tingkat loading yang lebih cepat dan mudah diakses dari manapun. Btw, menarik sebenarnya untuk didiskusikan lebih dalam lagi. Ada lagi yang mau berkomentar?

  3. untuk diskusi in saya mash bingung ya mas.terus terang saya belum menemukan benagngh merahnya mas.yg saya tau kita dipersiapkan untuk menyususn skripsi.tp kok kita hany berkutat di masalah publik/public affair. kanpa kita ga masuk ke lain mas.misalnya kita kan dapat pembangunan parwisata juga,kenapa ga pengambangan masyarakat di bidang pariwasta.dengan bhasa lain yaitu pemberdayaan masyarakat gtu mas.kan malah prakteknya bisa buat smacam pelatihan/penyuluhan untuk desa2 tertinggall gtu.kan malah dah kaya kkn gtu mas.asyik ga gtu mas..?
    hehehe….

  4. That’s what discussion for. Udah bikin tema skripsi belum ya? Udah buka-buka skripsi di Perpustakaan belum ya? Udah paham Administrasi Negara itu apa sih?

    Oke, kalau mau dikaitkan dengan Pariwisata, bisa ga dibuat penelitian “Analisis kebijakan Pemda Bantul dalam rangka peningkatan PAD sektor Pariwisata”, atau “Evaluasi penutupan Malioboro dalam pengaruhnya terhadap sektor Pariwisata Kota Jogjakarta”, atau “Evaluasi kinerja Badan Perijinan Kabupaten Sleman dalam peningkatan kualitas sektor Pariwisata”. Get the point?

    Lah pengembangan SDM Pariwisata bukannya sudah masuk dalam agenda publik DIY? Itu juga bisa jadi judul skripsi khan? Apa perlu dikeluarin semua tema-temanya?

    Oh iya, yang ditawarkan dengan tema Public Service karena dari kemarin sejak tugas pertama sampai mid semester seluruh peserta kuliah merasa kesulitan untuk menemukan tema. Kenapa ga usul sejak kemarin?

    Hanya saja karena ada yang tanya demikian malah jadi banyak keluar tema pariwisata khan. Blacklist Mode untuk tema yang sudah saya sampaikan. Terimakasih.

    Terus untuk model kuantitatif memang untuk penelitian ya. Jadi arahnya “listen and collect”. Dengar dan kumpulkan semua masukan yang telah terkode. Untuk masalah pelatihan dan penyuluhan dapat dilaksanakan setelah menggali kebutuhan masyarakat, ya dengan penelitian kuantitatif itu. Paham? Terima kasih komentarnya.đŸ˜€

  5. Ping balik: Jennifer

  6. Ping balik: Personal Injury

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s