Berpikir Pariwisata 01


Sepi banget yah. Gapapa deh. Waktu kuliah MKMKuantitatif yang lalu ada yang usul “Mas, mbok yang dibahas itu masalah pariwisata. Kan kita lagi ngerjakan Manpar.”. Ada juga yang bilang “Mas, mbok kita bahas pariwisata. Soalnya saya tertarik sama pariwisata.”. Makasih masukannya.

KabutKemarin sih karena terikat erat dengan MKMKuantitatif jadi ga sempat cari-cari bahan dan berpikir ‘Pariwisata’. Nah, sekarang waktunya sudah cukup luang untuk memandang, dan menggali Pariwisata di Indonesia.

Tema tulisan kali ini adalah berpikir tentang “Bagaimana sebenarnya mengelola Pariwisata yang baik.”. Kebiasaan munculin tema yah. Gapapa. Daripada kita berbicara di luar bingkai kan malah jadi kacau beliau.

Pariwisata di Indonesia sesungguhnya tidak sedikit. Namun yang sering diberitakan di media adalah Bali dan Jogjakarta. Pernah saya ditanyai oleh kenalan dari negara Barat “Indonesia itu sebelah mananya Bali?”. Wow. Bali itu adalah bagian dari Indonesia. Namun karena promosi wisata di Indonesia sebagian besar didominasi oleh Bali, maka ‘Bali lebih terkenal dibandingkan Indonesia’.

Apakah ini salah? Tidak juga. Hanya perlu ditambahkan saja. Wisata di Indonesia yang merupakan negara kepulauan dengan masing-masing suku yang tinggal di dalamnya memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam. Apa yang terkenal dari Madura? Karapan sapi. Adakah karapan sapi di daerah lain? Mungkin saja ada yang mirip, namun namanya berbeda.

Kemudian apakah yang terkenal dari Kota Solo? Kraton Kasunanan, Batik, Museum, dan masih banyak lagi. Masing-masing kota di Indonesia memiliki keunikan dan kekhasan masing-masing. Itu baru kota, Saudara.

Bagaimana dengan kekayaan alam lainnya? Pantai? Karena kepulauan, maka pasti yang berbatasan dengan laut adalah pantai namanya. Betul? Tapi bukan itu pertanyaannya. Masing-masing pantai itu juga memiliki karakteristik yang berbeda-beda lho. Ada yang hanya dapat dilihat, ada yang dapat digunakan untuk berenang, dan ada juga yang dapat digunakan untuk surfing.

Kabut lagiBagaimana dengan pegunungan? Tempat camping? Semua memiliki karakteristik yang berbeda-beda bukan? Nah, keunikan tersebut yang menarik bagi para wisatawan untuk datang ke Indonesia. Mereka akan datang, bahkan berburu keunikan tersendiri di lokasi wisata tersebut.

Di masa Otonomi Daerah ini, merupakan kesempatan bagi Pemerintah Daerah untuk melakukan eksploitasi sebesar-besarnya atas kekayaan potensi pariwisata di daerah masing-masing. Yang perlu dilakukan adalah:

  1. Memetakan potensi wisata.
  2. Meningkatkan kualitas akses ke tempat wisata.
  3. Mempermudah investasi pendukung wisata dengan mempertimbangkan Amdal-nya.
  4. Memberikan kebijakan yang mendukung kenyamanan wisatawan.

Yang harus diperhatikan dalam investasi ini adalah, kualitas dan kenyamanan serta lingkungan. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

5 thoughts on “Berpikir Pariwisata 01

  1. asss…gabung lagi boleh dong mas….
    bener kata mas otoda merupakan momentum untuk membasngun pariwisata indonesi karena menurut saya industri ini yang sangat perlu kita kembangkan karena memilikiprospek yang sangat cerah….dan minim pencemaran(bila dikelola dengan baik)namun ada beberapa hal yang menurut saya sangat benar dikatakan pak bambang(dosen pempar)pariwisata indonesia harus dilihat sebagai kesatuan pariwisata nasional,seperti yang mas katakan diatas keberagaman menjadi aset yang tak ternilai namun ini bisa menjadi bumerang ketika etnosentris lebih berbicara…..2.pariwisata indonesi harus sedapat mungkin memberikan manfat utama kepada mas sekitar.dan kendala seperti,rawan keamanan,trasportasi yang masih ruwet,birokrasi yang sulit harus kita minimkan agar industri ini bisa berjalan,baik visit indonesia 2008 momen yang poas buat memperbaiki keamanan nasional,trasportasi pariwisata nasional,serta akomodasi nasional,kita perbaiki dan menjadi paraktias dengan biaya yang murah merupakan pembangunan utama dalam pariwisata indonesia yang harus kita temukan cara perwujudannya.makasih

  2. siang2 bingung mw ngapain di warnet.teyuz inget abasosay ya langsung buka aja hwehee….
    tentang pariwisata yaaaaaa?????/eehmm…menurutku sektor pariwisata untuk saat ini memang berpotensi untuk mendatangkan pendapatan terutama daerah. Dengan beragamnya kesenian dan potensi yang dimiliki daerah masing-masing, dapat dieksplore dan dikelola agar dapat menjadi daya tarik sendiri.Karena kalo kita menggantungkan dengan sumber daya lain tentunya tidak akan efektif, mau ngandelin hutan dah pada di tebang,mw ngandelin tambang minyak indonesia aja butuh import, mw ngandelin kelebihan penduduknya,paling2 jadi TKI…Pengelolaan pariwisata hendaknya juga melibatkan peran aktif masyarakat,mengikuti paradigma sekarang “touristm development”.terutama karena salah satu wisata yang diminati saat ini adalah wisata dengan pola “back to nature” dimana wisatawan senang dengan suasana yang alami seperti persawahan,gembala ternak,pemancingan ato dengan kata lain menjadikannya sebagai desa wisata.. Jadi masyarakat dijadikan objek.Daerah harus jeli lagi memanfaatkan potensi daerahnya masing2, wisata tidak harus mahal yang penting bisa seneng2, hati gembira dan pikiran jadi fresh kembali…ya to!!!pokoknya dalam pembangunan pariwisata harus ada sinergis bagi semia pihak masyarakat dapet, pemertintah juga dapet, apalagi untuk Indonesia visit 2008, maka potensi2 yang belum nampak perlu digali oleh daerah dengan fasilitasnya, saat ini wisata tidak saja identik dengan tempat tetapi pola hidup, proses bertani,kerajinan,upacara ritual bahkan kehidupan sehari2 pun dapat dijadikan aset wisata. Kesemuanya itu harus dikemas dengan baik dengan disertai ODTW,kemudian dapat dipromosikan secara nasional, alhasil yang berwisata tidak hanya wisatawan lokal saja wisatawan manca pun ikut tertarik.

  3. terserah mo diaapain daerahmu!!!
    kan dah otoda

    Karena ada Otda, maka semua keputusan untuk berkembang atau mundur tergantung pihak-pihak yang ada dalam daerah tersebut. Termasuk masyarakatnya. Jadi, bila masyarakatnya tidak mendukung sektor pariwisata, nantinya sektor itu akan menjadi terbelakang dan tidak dapat diunggulkan sebagai PAD.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s