Nyanyi Yuk :mrgreen:


Baru suka setel lagunya mas Iwan Fals nih. Lagu lagunya mas Iwan Fals seringkali membuat terenyuh yang mendengarkan. Di masa lalu banyak sekali kritikan yang dibuat oleh mas Iwan. Hingga akhirnya mas Iwan sempat dilarang tampil dimanapun pada jaman Orde Baru. Kritikan-kritikan mas Iwan mungkin dirasa terlalu tajam bagi beberapa orang. Atau mungkin pada masa itu lagu-lagu mas Iwan dapat mendorong pergerakan massa. Entahlah. Itu hasil pemikiran para penguasa pada masa itu.

Kali ini bukan lagu kritikan kepada pemerintah yang ditampilkan disini. Namun kisah sosial yang berat.:mrgreen: Selamat menikmati dan mari kita renungkan. Lalu bayangkan bila lagu ini berjudul ‘Indonesia’.

Ethiopia
Iwan Fals (Album Ethiopia 1986)

Dengar rintihan berjuta kepala
Waktu lapar menggila
Hamparan manusia tunggu mati
Nyawa tak ada arti

Kering kerontang meradang
Entah sampai kapan
Datang tikam nurani

Selaksa doa penjuru dunia
Mengapa tak rubah bencana
Menjerit Afrika mengerang Ethiopia

Ethiopia Ethiopia
Ethiopia Ethiopia
Ethiopia Ethiopia
Ethiopia Ethiopia

Derap langkah sang penggali kubur
Angkat yang mati dengan kelingking
Parade murka bocah petaka
Tak akan lenyap kian menggema

Nafas orang-orang disana
Merobek telinga
Telanjangi kita

Lalat-lalat berdansa cha cha cha
Berebut makan dengan mereka
Tangis bayi ditetek ibunya
Keringkan air mata dunia

Obrolan kita dimeja makan
Tentang mereka yang kelaparan
Lihat sekarat dilayar TV
Antar kita pergi ke alam mimpi

Ethiopia Ethiopia
Ethiopia Ethiopia
Ethiopia Ethiopia
Ethiopia Ethiopia

” Disana terlihat ribuan burung nazar…
Terbang disisi iga iga yang keluar…
Jutaan orang memaki takdirnya…
Jutaan orang mengutuk nasibnya…
Jutaan orang marah…
Jutaan orang tak bisa berbuat apa apa… “

” Setiap detik selalu saja ada yang merintih…
Setiap menit selalu saja ada yang mengerang…”

Ethiopia Ethiopia
Ethiopia Ethiopia

“ Aku dengar jeritmu dari sini…
Aku dengar…
Aku dengar tangismu dari sini…
Aku dengar… “

” Namun aku hanya bisa mendengar…
Aku hanya bisa sedih…
Hitam kulitmu…
Sehitam nasibmu kawan… ”

” Waktu kita asik makan…
Waktu kita asik minum…
Mereka haus…
Mereka lapar…
Mereka lapar…
Mereka lapar… “

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s