Apakah Tidak Memilih adalah Pilihan?


Setiap ada pemilihan Kadus (Kepala Dusun) saya selalu bingung menentukan pilihan. Semua calon menjanjikan yang terbaik yang mereka bisa janjikan. Namun dengan melihat pengalaman pemilihan Kadus yang sudah berlalu, banyak janji yang tidak ditepati oleh Kadus terpilih. Menjadi semakin tidak percaya dengan calon jadi nih.

Biasanya ada beberapa calon yang jadi dalam pemilihan Kadus. Ada yang menggunakan lambang jagung, cabai, kelapa, durian, dan sebagainya. Apakah penggambaran itu menunjukkan sifat yang mencalonkan ya? Entahlah. Tapi kalau dibahas sepertinya lucu juga nih. Cabai, pedas di mulut, bikin keringetan. Jagung, habis manis sepah dibuang (sepertinya). Kelapa, bermanfaat banyak. Durian, tajam di luar, tapi di dalamnya manis (bagi yang suka).:mrgreen:

Melihat pengalaman pemilihan yang lalu dimana Kadus terpilih tidak menepati janji-janjinya, maka rakyat merasa dikhianati. Terlebih bila banyak kebijakan yang dibuat oleh Kadus ternyata malah memperkaya Kadus dan keluarganya. Bagaimana rakyat Dusun tidak merasa disakiti hatinya dengan kejadian itu? Layak kiranya bila muncul kritikan yang pedas dan gosip yang beredar membuat kuping panas.

Akibatnya, pada pemilihan Kadus berikutnya rakyat memilih untuk tidak mengikuti pemilihan Kadus. Apakah ini berarti tidak memilih adalah pilihan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s