Mengapa Memilih Golput?


Fenomena Golput atau Golongan Putih selalu membayangi dalam setiap pemilihan kepala dusun di daerah saya. Bahkan dari pemilihan ke pemilihan, Golput cenderung untuk semakin besar. Beberapa waktu yang lalu, sempat terjadi pemilihan dimenangkan oleh kotak kosong. Demi menjalankan demokrasi dan obyektifitas, kemudian pemilihan diulang kembali. Wow, biaya yang lumayan besar juga.

Sejak beberapa hari yang lalu saya sempat melakukan penggalian terhadap beberapa orang. Walaupun mereka belum tentu Golput dalam pilihan mereka, namun yang saya cari adalah “alasan munculnya Golput”. Hal yang ditanyakan berkaitan dengan “apakah mereka mengetahui Golput, mengapa Golput bisa muncul, apa solusi agar Golput tidak muncul”. Untuk tulisan kali ini yang akan ditekankan adalah “mengapa muncul Golput”. Untuk solusinya akan dibahas di tulisan berikutnya.

Semua yang sempat ditemui untuk penggalian ini ternyata mengetahui apa itu Golput. Rata-rata menjawab bahwa Golput tidak melakukan pemilihan atau tidak memilih atau tidak menggunakan hak pilihnya dalam acara pemilihan. Aksi yang dilakukan oleh Golput dalam tidak menggunakan hak pilihnya bermacam-macam. Ada yang tidak datang ke tempat pemungutan suara, ada juga yang merusak surat suara dengan memilih lebih dari satu, atau datang ke tempat pemungutan mengambil kertas suara namun tidak memilih salah satunya.

Alasan tidak menggunakan hak pilih menurut mereka beragam. Sebagian dari Golput itu merasa dikecewakan dengan sistem pemilihan. Mulai dari pencalonan, kampanye, hingga proses penghitungan mereka keluhkan. Ada yang menyatakan bahwa pencalonan dengan syarat-syarat tertentu tidak dilandasi dengan kejujuran. Ada juga yang menyatakan bahwa kampanye yang dilakukan oleh para calon tersebut hanya untuk menarik para pemilih. Proses penghitungan suara juga dipandang kurang jujur.

Sebagian Golput juga disebutkan merasa dibohongi oleh cakadus ketika berkampanye. Mereka merasakan bahwa kampanye yang dilakukan cakadus berbeda dengan kenyataan yang terjadi setelah cakadus diangkat menjadi kadus. Janji-janji yang diberikan cakadus tidak terlaksana ketika menjadi kadus. Hal ini menyebabkan mereka tidak mempercayai begitu saja pemilihan yang dilakukan.

Sebagian Golput dinyatakan bahwa mereka merasa bahwa aspirasi mereka tidak dibawa oleh cakadus yang mendaftar. Menurut mereka cakadus yang seharusnya mengayomi masyarakatnya lebih banyak untuk mengayomi keluarganya. Sehingga apa yang sesungguhnya dibutuhkan oleh masyarakat tidak terakomodasi.

Beberapa pemilih baru yang sempat ditemui menyatakan bahwa mereka sesungguhnya tidak ingin untuk Golput. Namun ada beberapa sebab yang memaksa mereka untuk Golput. Salah satunya adalah tidak diperolehnya kartu pemilih.

Sementara memang hanya hal-hal tersebut yang ditemukan dari beberapa wawancara dengan pemilih. Ada yang ingin memberikan masukan? Silahkan comment.

3 thoughts on “Mengapa Memilih Golput?

  1. Ping balik: Statistik Pilkadus « Abasosay’s Weblog

  2. Ping balik: Tips menentukan pilihan « Abasosay’s Weblog

  3. Ping balik: Akibat Golput « Abasosay's Weblog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s