Etika Berkendara


Bertahun-tahun yang lalu saya sempat membaca buku Panduan Berlalulintas. Entah sekarang masih ada atau tidak. Saya membaca buku itu kebetulan ketika saya masih SD.😈 Sudah terlalu lama sepertinya. Sekarang saya sudah berkepala tiga.:mrgreen:

Dalam buku tersebut dijelaskan secara panjang lebar mengenai cara-cara berkendara yang baik. Mulai dari jalan lurus, parkir, berbelok, berhenti dan sebagainya. Masih ada beberapa yang teringat. Walaupun tidak semuanya. Ingatan saya terbatas. Bahkan sekarang lebih sering lupa daripada ingatnya. Apakah mungkin karena pernah terjatuh di tangga dari lantai dua yang menjadikan saya mudah kehilangan ingatan jangka pendek.

Etika berkendara ini juga sempat disinggung ketika rapat pada hari Senin yang lalu. Obrolan setelah rapat yang sempat diposting kemarin merupakan awal dari perbincangan mengenai etika berkendara. Salah satu dari peserta rapat melontarkan situasi jalan yang mulai padat oleh kendaraan. Setelah itu bermunculanlah berbagai macam keluhan mengenai lalu lintas kota yang semrawut, padat dan sebagainya.

Belum ada solusi ke arah perbaikan sebenarnya. Sempat juga salah satu masalah lalu lintas ini dikeluhkan oleh Pak Arry Arman. Hanya saja diskusi ini belum berlanjut. Saya masih perlu bongkar-bongkar koleksi buku lama saya untuk mencari buku panduan berkendara tersebut.

Jadi, perbaikan itu dimulai dari dalam diri sendiri. Apakah saya sudah beretika dalam berkendara?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s