Gajah bertarung, pelanduk…


Gajah bertarung dengan gajah, pelanduk mati di tengah-tengah

Seperti itulah perasaan yang muncul ketika beberapa hari lalu membaca berita di koran. Berita tersebut berisi tentang pejabat yang saling tuding mencari siapa yang salah. Saling tuding menyalahkan tanpa melihat diri sendiri seperti apa. Mungkin semakin mendekati 2009 ini akan lebih banyak dagelan yang seperti ini. Masih ingat ketika dalam ketoprak humor, ketika Topan dan Leysus (alm) saling tuding, maka tawa akan tumpah ruah memenuhi ruangan 3×4 yang sesak dengan keluarga.

Kondisi sekarang jauh berbeda dengan yang ada di ketoprak humor tersebut. Ketika saling menyalahkan terjadi, rakyat hanya bisa gigit jari menahan rasa lapar yang sangat. Bagaikan petir di siang hari gajah yang saling beradu gading mencari siapa yang paling kuat, laksana pelanduk yang tersasar di tengah kedua gajah lalu terinjak-injak hingga gepeng dan tewas karena telah lumat.

Saling tuding antara pejabat bagaikan gajah yang beradu gading. Berupaya menunjukkan bahwa dirinya yang memiliki gading paling putih dan kuat. Sementara tidak diupayakan mencari solusi yang lebih baik. Sementara rakyat jelata menjadi pelanduk yang tersasar di antara adu gading. Terinjak, lemas, dan gepeng.👿

Akankah ini terus akan berulang dalam siklus lima tahunan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s