Sisi Lain Kenaikan BBM 02


Menyambung diskusi yang ditumpahkan dalam sisi lain kenaikan BBM episode 1 kemarin. Pemikiran untuk menyambung tulisan tersebut mengganggu pekerjaan utama. Setiap saat selalu muncul. Hanya kata-kata untuk memulainya saja yang masih sulit keluar.

Kemarin malah menemukan sebuah software untuk membuat banner dan segala macamnya dalam bentuk gambar bergerak. Tergelitik untuk mencoba dan berhasil membuat berbagai macam bentuk yang aneh.😈 Yup, sekarang saatnya membahas lagi kenaikan BBM.

Pemerintah sepertinya memiliki program tersembunyi di balik kenaikan BBM ini. Sebuah program selain untuk menyelamatkan APBN. Bahkan demi program ini, sang pemimpin negara rela mengorbankan peluang terpilih kembali dalam Pemilu berikutnya. Demi rakyat Indonesia.

Pengorbanan ini yang menarik untuk disoroti. Memang, latar belakang sebaai militer dituntut untuk bersedia mengorbankan nyawa demi membela negara kesatuan ini. Hanya saja, saya masih terkejut dengan pemikiran bahwa beliau bersedia mengorbankan jabatan dan dengan berani menjalankan program tersembunyi beliau.

Di saat semua orang yang bermuka dua mencari popularitas dengan menghujat dan memproduksi sampah janji. Dengan berani pemerintah melawan arus yang kuat ini. Bahkan dengan segala berat hati, demi bangsa dan negara, dalam menaikkan BBM.

Tulisan ini murni dari pemikiran dan perenungan. Tidak ada maksud untuk memberikan dukungan kepada siapapun. Saya juga berat hati untuk menerima kenaikan BBM ini. Namun dari perenungan yang lama, saya mulai bisa mengerti logikanya.

Pemerintah memandang bahwa rakyat terlalu dimanjakan dengan banyak kemudahan. Dengan adanya subsidi di mana-mana, penekanan harga di mana-mana, serta berbagai bantuan yang dijatuhkan. Akhirnya rakyat tidak mampu mandiri. Harga diri telah hilang. Kebanggaan karena mampu mandiri telah hilang dari kamus rakyat.

Ketika diumumkan adanya bantuan, subsidi, rakyat berebutan untuk mendapatkannya. Walaupun dia telah memiliki rumah yang megah. Walaupun telah memiliki mobil mewah. Mereka tidak malu untuk turut mengantri. Kadang bila menggunakan kupon rela mengeluarkan beberapa keping uang kepeng demi selembar kupon. Toh jauh lebih murah dibandingkan membeli.

Ketika antrian panjang menjelang kenaikan BBM pun saya sempat melihat adanya mobil mewah di antaranya. Saya sempat bingung untuk mendapatkan BBM harus antri seperti itu. Padahal pagi berikutnya pom bensin sunyi senyap. Malah seperti milik sendiri.:mrgreen:

[bersambung]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s