Perlu Turnaround untuk Kinerja Lebih Baik


Beberapa bulan terakhir ini suasana kantor terasa tidak menyenangkan. Aku yang biasanya betah di ruangan bahkan hingga malam telah larut memilih untuk pulang lebih awal. Pulang lebih awal jika tidak mau dikatakan pulang tepat waktu.:mrgreen:

Suasana yang tidak nyaman ini semakin terasa dalam beberapa hari terakhir. Tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan yang semakin berkurang. Namun juga berhubungan dengan ketidakadilan yang seringkali disampaikan oleh karyawan yang dekat.😀

Berbagai macam peraturan muncul seiring dengan perjalanan waktu. Tidak dapat dipungkiri bahwa peraturan ini ditujukan agar kinerja menjadi semakin baik. Namun dari sisi manajemen sumberdaya manusia, hal ini malah menjadikan moralitas karyawan menurun secara drastis.

Peraturan yang memihak pada kepentingan tertentu umumnya memicu ketidakpuasan pada pihak-pihak yang merasa tidak terakomodasi kepentingannya. Seringkali hal ini menjebak pengambil keputusan. Tidak terbatas pada tingkatan manajer saja, namun juga pucuk pimpinan tertinggi dapat hancur bila mengambil keputusan yang tidak mampu mengakomodasi kepentingan dari puncak tertinggi hingga supporting team-nya.

Dibutuhkan adanya keahlian khusus bagi mereka yang menduduki posisi pengambil keputusan ini. Posisi ini akan sangat sulit dipertahankan mereka yang tidak memperdulikan kepentingan orang lain. Mereka yang hanya mempertimbangkan keuntungan pribadi akan sangat cepat merosot popularitasnya. Karyawan yang terlibat dalam supporting team di bawahnya pun sedikit demi sedikit akan menjaga jarak bahkan lebih banyak tidak memperdulikan lagi perintah dari pengambil keputusan.

Karyawan yang sebagian besar tidak mengindahkan keputusan ini berbahaya bagi sebuah kantor. Akibat yang nyata dari kondisi ini adalah kinerja yang merosot drastis. Tidak hanya itu, kepatuhan terhadap peraturan baru pun minimal.

Tindakan yang gegabah akan memperparah situasi

Pengambil keputusan yang merasa posisinya terancam akan mengeluarkan kembali peraturan baru agar tidak terjadi keguncangan dalam sebuah kantor. Dengan moralitas supporting team yang sudah hancur, peraturan itu hanya akan memperkeruh suasana. Supporting team tidak hanya melanggar peraturan baru tersebut, namun bahkan tidak menganggap peraturan baru itu ada.

Peraturan demi peraturan yang dikeluarkan kemudian juga akan sia-sia. Ketika segala upaya menertibkan dengan berbagai peraturan ini tidak berhasil, tindakan terakhir yang tidak diharapkan adalah munculnya peraturan yang disertai kekerasan. Peraturan terakhir berkaitan dengan instruksi pemimpin yang harus ditaati.

Tindakan pengambil keputusan yang paling gegabah adalah mengeluarkan supporting team. Biaya yang lebih besar harus dikeluarkan untuk rekrutmen dan pelatihan bagi supporting team yang baru. Serta biaya yang tidak sedikit untuk mengeluarkan supporting team.

Pemecahan

Kesadaran pengambil keputusan adalah kunci dari segala permasalahan ini. Bila memang diketahui bahwa tidak sedikit yang tidak senang atas kehadirannya, maka upayakan agar mereka berubah menjadi senang. Bukan dengan uang atau hadiah. Namun cukup dengan keputusan yang mengakomodasi kepentingan supporting team.

Bila memang hal itu tidak mengubah keadaan, maka potong kepala harus dilakukan. Penggantian manajer kantor dengan orang lain dapat menjadi solusi yang mudah dan hemat. Selain hanya mencopot satu orang dari posisinya (bisa hanya dipindahkan tanpa dikeluarkan), juga hanya menempatkan satu orang pada posisi tersebut.

Namun jangan salah. Orang baru yang ditempatkan pada posisi tersebut harus memiliki klasifikasi dan kualitas tertentu. Minimal harus sejalan dengan kepentingan kantor. Akan lebih baik jika orang tersebut memiliki pendidikan yang sejalan dengan posisi pengambil keputusan.

*** Turnaround and Grow Better ***

4 thoughts on “Perlu Turnaround untuk Kinerja Lebih Baik

  1. @isfiya:
    Ketika kita bekerja sebagai satu tim dalam satu kantor, maka semuanya turut berperan menciptakan suasana.
    Saya sepakat dengan Anda. Tanpa peran aktif boss suasana yang digalang bersama tetap hancur.

    Makasih udah mampir.:mrgreen:

  2. Merosotnya gairah kerja pada karyawan sering datang, karena ketidak adilan atau adanya keberpihakan kepada individu tertentu daripada keberpihakan terhadap perusahaan.

  3. @singal:
    Tepat sekali. Ketika keputusan berkaitan dengan kepentingan perusahaan dijalankan tanpa pandang bulu, maka kinerja perusahaan pasti meningkat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s