Aku Benci Matematika


Tidak sedikit orang yang membenci matematika. Ada yang mengatakan bahwa matematika itu sulit, rumit, dan segala macam alasan yang melatarbelakangi kebencian itu. Penghitungan angka menjadi sangat tidak menyenangkan bagi mereka. Akibatnya mereka tidak mau mempelajari lebih banyak lagi tentang matematika. Sebagai solusinya, mereka mempergunakan kalkulator dan komputer untuk menyelesaikan persoalan angka ini.

Satu hal yang tidak disadari adalah hidup ini penuh dengan matematika. Matematika yang paling sering dipergunakan sehari-hari adalah menghitung uang pembayaran dan kembalian. Berapa banyak uang yang harus dikeluarkan untuk memiliki suatu barang atau jasa, berapa uang yang seharusnya dikembalikan bila ada sisa pembayaran, dan masih banyak lagi. Matematika juga harus digunakan ketika akan mengambil kredit, berapa yang harus dibayarkan dalam setiap bulannya, berapa pendapatan yang harus diperoleh untuk menutup pembayaran tersebut, berapa yang harus disisakan untuk hidup satu bulan, dan masih banyak lagi matematika yang sangat rumit yang harus dijalani dalam hidup sehari-hari.

Matematika paling sederhana sehari-hari

Kadang kita tidak menyadari bahwa dalam sehari kita melakukan penghitungan matematis. Kegiatan kita secara acak akan menunjukkan perhitungan ini. Pertama, penghitungan tentang waktu. Ketika kita berangkat bekerja, sekolah, kuliah atau mendatangi tempat pertemuan yang telah dijanjikan, kita menghitung waktu tempuh dari tempat kita berada ke tempat tujuan. Misalnya, waktu tempuh yang harus dilalui adalah setengah jam, maka kita harus berangkat setengah jam sebelum waktu yang ditentukan. Bila jadwal menyebutkan pukul 08:00, maka waktu keberangkatan paling lambat adalah 07:30. Ini hitungan paling sederhana. Nanti akan diuraikan perhitungan yang lebih kompleks bila matematika sederhana telah diuraikan.

Kedua, penghitungan tentang uang. Perjalanan menuju tempat kegiatan dengan mempergunakan transportasi publik membutuhkan pembayaran dengan uang. Tentu saja kita harus mengetahui biaya yang dibutuhkan untuk mendapatkan layanan transportasi tersebut. Kemudian, pasti kita melihat ke dalam dompet untuk mengetahui jumlah uang yang ada apakah cukup untuk mendapatkan layanan transportasi tersebut. Jika tidak mencukupi untuk sekali perjalanan, apa boleh buat harus berjalan kaki, atau menunggu tumpangan lain yang lewat.:mrgreen: Misalnya, biaya untuk bus sebesar 3000, maka uang yang harus ada di dompet adalah minimal 3000.

Ketiga, penghitungan tentang kemungkinan atau probabilitas. Pernahkah Anda mendapatkan pelajaran di sekolah tentang ini? Biasanya diwakili dengan dadu dan kepingan uang. Dalam kehidupan sehari-hari, probabilitas muncul dalam dua atau tiga pilihan. Sisi mana yang muncul bisa diperkirakan. Misalnya, dalam perjalanan ke tempat tujuan bisa terjadi perbaikan jalan atau tidak, bisa terjadi kemacetan atau tidak, ada taksi berikutnya atau tidak, dan lain sebagainya. Walaupun Anda membenci matematika, probabilitas selalu muncul tanpa diduga.

Matematika rumit dalam sehari

Sudah siap dengan perhitungan yang rumit? Mari kita mulai. Ketika pagi hari akan berangkat bekerja dengan transportasi publik sudah harus menghitung jam keberangkatan lebih awal tidak hanya dengan memperhitungkan waktu tempuhnya saja, namun juga keuangan dan banyak probabilitas yang harus diperhitungkan. Misalnya, harus tiba di tujuan jam 08:00, dengan menggunakan waktu perjalanan dengan transportasi publik tersebut selama 30 menit, lalu perjalanan dari rumah menuju tempat pemberhentian bus selama 15 menit, kemudian perjalanan dari tempat perhentian bus ke tempat tujuan selama 15 menit. Berarti keberangkatan paling lambat adalah jam 07:00.

Permasalahan keuangan sebelum berangkat diperhitungkan kembali tidak hanya untuk transportasi, namun juga untuk makan siang, rehat, lalu ada juga dana cadangan bila terjadi sesuatu, misalnya harus traktir teman-teman dan sebagainya. Sederhana bukan? Tidak serumit yang dibayangkan.

Probabilitas yang mungkin muncul pada saat perjalanan misalnya perbaikan saluran air, jalan, kemacetan, banjir, penutupan jalan dan sebagainya bisa diperhitungkan untuk menambah waktu keberangkatan dan dana cadangan. Matematika? Ya. Apabila seluruhnya digabungkan akan memberikan perencanaan keberangkatan yang lebih tertata dengan baik.

Matematika dengan kendaraan pribadi

Sebelum ada yang sempat keberatan dengan pembahasan matematika bukan kendaraan pribadi, kini kita bahas matematika kendaraan pribadi. Jauh lebih sederhana matematikanya karena hanya membahas waktu, keuangan dan probabilitasnya saja. Tidak perlu membahas yang lainnya dulu. Walau dalam kenyataannya tidak hanya masalah ini yang perlu hitungan.:mrgreen:

Waktu menjadi lebih sederhana bila menggunakan kendaraan pribadi, karena yang butuh diperhitungkan hanya waktu tempuh dari titik awal ke titik tujuan. Belum ditemukan waktu tambahan bila tidak memperhitungkan probabilitasnya.

Keuangan juga lebih sederhana tanpa menghitung probabilitas yang mungkin terjadi. Pengeluaran untuk keberangkatan ini sangat minim walaupun kendaraan harus melalui pintu tol. Bisa diperhitungkan dengan mudah.

Probabilitas yang harus diperkirakan bisa dibuat rumit atau mudah, tergantung kebutuhan masing-masing. Banyak kejadian yang mungkin muncul dengan kendaraan pribadi misalnya macet, mogok, kehabisan bahan bakar, ban kempes, tidak mendapat tempat parkir, dan sebagainya. Kemungkinan tersebut bisa mempengaruhi waktu tempuh dan keuangan.

Pembahasan tersebut hanya menguraikan mengenai keberangkatan saja. Masih banyak uraian dalam sehari yang bisa Anda perhitungkan sendiri yang bervariasi antara satu orang dengan lainnya. Yang pasti, hidup ini tidak pernah lepas dari yang namanya matematika.

Masih benci dengan matematika?:mrgreen:

22 thoughts on “Aku Benci Matematika

  1. sayannnggg sampai sekarangg aq tak bisa menyukai matematika,,
    makin tekun makin tidak karuan
    heheh🙂

    • ehm… sebetulnya matematika yang dimaksud hanya sebatas “kali, bagi, tambah dan kurang” saja… integral dan matriks adalah variasi dari keempat tanda matematika itu…

      mungkin bisa sedikit diberi contoh untuk integral… misalnya ketika menata meja belajar/kerja… tidak semua benda yang diletakkan memiliki alas berbentuk persegi empat… ada yang segi tiga, ada juga yang lingkaran… nah, integral berguna untuk meletakkan barang-barang yang diperhitungkan memiliki luas alas sesuai…

      berlaku juga bila ingin memaksimalkan luas kamar… sementara barang yang dimiliki mempunyai bentuk yang bervariasi… sisa sudut yang kosong bisa dimanfaatkan dengan mengisinya dengan benda yang memiliki besar yang cocok… gunakan integral bila banyak sudut yang belum termanfaatkan…

      mudah2an bermanfaat…:mrgreen:

  2. Matematika itu yaa . Kalau di tekuni malah gak karuan . Kalau gak karuan malah di marah’i orang tua .
    Kalau dimarah’i orang tua gak dapet ridho dari tuhan
    Kalau gak ridh’o masuk neraka

    Jadi jangan belajar matematika , daripada masuk neraka😀 ••ː̗̀=Dː̖́ψåĸåĸåː̗̀=))ː̖́:xː̗̀=Dː̖́ψåĸåĸåː̗̀=))ː̖́••. Admin tolol

    • Dalam matematika, ada juga yang disebut dengan logika yang berhubungan dengan sebab akibat. Kawan kita di sini, mencoba menjelaskan hubungan sebab akibat antara matematika dan neraka.
      Walaupun, bila orangtuanya lebih cerdas daripada saya si admintolol ini, maka orangtuanya tidak akan marah, tapi akan membantu anaknya memahami dan mempelajari kesulitan yang dihadapi. Jadi, bila kawan kita ini besok punya anak, lalu anaknya kesulitan dalam pelajaran malah akan dimarahi, dan bukan dibantu memahami masalahnya. Akibatnya, anaknya yang menjadi tertekan. Sehingga, dapat disimpulkan, jangan menjadi seperti kawan kita ini yang memarahi anaknya yang tidak paham dengan pelajaran.:mrgreen:

  3. Saya gak begitu menyukai MTK, tidak begitu mengerti. Kalo yang buat sehari-hari ya masih bisa lah.Tapi kalo udah menjerumus ke aljabar lah Integral lah Matriks lah, itu membuat saya frustasi. SeFokus-fokusnya saya pada MTK terkadang tetep membuat saya tidak mengerti.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s