Qurban Bila Mampu, Dagingnya Untuk Siapa?


Terhenti ketenangan berselancarku di jagad blog ketika membaca tulisan Soemarlien tentang qurban yang jadi pesta. Awalnya aku berpikir bahwa mungkin mereka memperoleh daging itu karena mereka sendiri berqurban dan mendapatkan bagian. Namun di akhirnya muncul kebingungan karena tidak ditemukan kejelasan tentang ke mana daging qurban itu seharusnya diberikan.

Selama ini, pemahamanku tentang qurban adalah dikeluarkan bila mampu. Artinya, bila sudah mampu berkurban dari sisi keuangan maka wajib untuk mengeluarkannya. Dagingnya nanti diberikan pada yang berqurban, yang tidak mampu berqurban, dan pengurus qurban sesuai dengan proporsinya. Di sisi lain, mampu berqurban itu berarti mampu untuk ikhlas mengeluarkannya dan tidak lagi meminta tambahan timbangan.

Hadirnya tulisan itu seakan mengguncang ingatan saat guru agama di sekolah memberikan pelajaran. Walau tak juga ingat.:mrgreen: Akhirnya aku memutuskan untuk melakukan pencarian dalam internet terkait dengan pembagian daging qurban. Sayangnya aku tidak menemukan Departemen Agama dalam pencarian tersebut, namun bisa diwakili dari tulisan lain yang dapat dipercaya.

Dari blog Pimpinan Cabang Muhammadiyah Dekso di Kecamatan Kalibawang Kulon Progo, ditemukan ayat:

وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُمْ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا صَوَافَّ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ كَذَلِكَ سَخَّرْنَاهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ [الحج/36]
Artinya: Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi’ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam Keadaan berdiri(dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan untu-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur.

Dari website Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, ditemukan hadits:

Makanlah dan berilah makan kepada (fakir-miskin) dan simpanlah.”

Jadi menurutku, daging qurban memang untuk semua, namun tetap dengan proporsi masing-masing. Untuk lebih lengkap pembahasannya, silahkan meluncur ke situsnya.:mrgreen:

Ide Tulisan: 

Jadi, daging qurban untuk siapa???

Sumber Terkait:

Pembagian Daging Qurban dan Ketentuan Lain

Waktu, Syarat, Tatacara Penyembelihan, Syarat Menjadi Penyembelih, dan Pembagian Daging Kurban

4 thoughts on “Qurban Bila Mampu, Dagingnya Untuk Siapa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s