Membuat Rumusan Masalah


Sebenarnya sudah lama ingin menulis tentang penulisan rumusan masalah ini. Namun baru terpancing setelah sepagian blogwalking dan nyangkut di blogstat.:mrgreen: Dalam blogstat, kembali melihat istilah mesin pencari dan menemukan ada yang mencari tentang *bagaimana+membuat+rumusan+masalah*. Entah itu yang mencari adalah mahasiswa/i dari kelasku yang kebetulan mendapat tugas untuk membuat proposal penelitian, atau dari university lain yang hendak menyusun proposal skripsi. Ya sutralah.:mrgreen: Ini skrinsyutnya.

istilah pencari rumusan masalah

Baik dalam kelas maupun dalam tutorial, aku selalu menyampaikan bahwa rumusan masalah selalu muncul dari latar belakang. Latar belakang mengantarkan pemahaman pembacanya menuju rumusan masalah yang akan diteliti. Sementara dari sisi penulis, latar belakang membingkai pemikiran dan sudut pandang penulis dalam mengidentifikasi masalah yang akan diteliti. Nanti bila ada yang tidak paham bisa ditanyakan di kotak komentar yak.:mrgreen:

Rumusan masalah, seperti yang biasa aku sampaikan juga, merupakan satu kalimat efektif yang merefleksikan permasalahan yang diteliti. Mbulet memang, tapi itu penjelasannya. Biasanya rumusan masalah berkaitan erat dengan teori dan konsep. Misalnya, bagaimana hubungan turunnya kinerja dengan motivasi. Di dalamnya terdapat teori kinerja dan teori motivasi. Contoh lainnya, bagaimana pengaruh peningkatan insentif terhadap motivasi pegawai. Di dalamnya terdapat teori motivasi dan konsep insentif.

Jadi, rumusan masalah secara lebih sederhana dapat dinyatakan sebagai kalimat yang mengaitkan fenomena dengan teori atau konsep. Hal ini ditujukan agar penelitian yang dilakukan menjadi lebih fokus dan dapat menggambarkan fenomena dengan lebih baik.

Kadangkala rumusan masalah tidak hanya satu. Boleh saja lebih dari satu, namun masing-masing rumusan masalah itu membahas hal yang berbeda. Misalnya, (1) bagaimana pengaruh kenaikan insentif dengan kinerja pegawai; (2) bagaimana hubungan kepemimpinan atasan dengan motivasi bawahan. Sesungguhnya kedua rumusan masalah itu bisa menjadi dua tulisan.:mrgreen: Boleh saja bila kuat menelitinya.

Contoh yang kurang tepat adalah, (1) bagaimana pengaruh kenaikan insentif dengan kinerja pegawai; (2) bagaimana hubungan kenaikan insentif dengan kinerja pegawai; (3) bagaimana pengaruh kenaikan insentif dengan kecepatan layanan. Ketiganya merupakan pertanyaan penelitian. Ketiganya bisa disatukan dalam satu kalimat efektif yang lebih luas dan mencakup ketiganya.

Yup, sepertinya sudah cukup penjelasan kali ini.:mrgreen: Mari kita berangkat Jumatan.

12 thoughts on “Membuat Rumusan Masalah

      • pakai contoh yg ini yak:
        “(1) bagaimana pengaruh kenaikan insentif dengan kinerja pegawai; (2) bagaimana hubungan kenaikan insentif dengan kinerja pegawai; (3) bagaimana pengaruh kenaikan insentif dengan kecepatan layanan.”

        yang pasti ada dua variabel yang digunakan yakni “kenaikan insentif” dan “kinerja pegawai”. Rumusan masalahnya menjadi “bagaimana kenaikan insentif mempengaruhi kinerja pegawai dengan indikator kecepatan layanan”

        itu dulu yak:mrgreen:

    • Waalaikumsalam…
      Judul kualitatif? Kebanyakan judul kualitatif menekankan pada ‘analisis’. Seperti analisis faktor-faktor atau analisis perubahan x terhadap y atau analisis kebijakan. Pada umumnya, kualitatif menggunakan studi kasus. Mudah-mudahan bisa dipahami.

  1. assalamualaikum pak.saya mw tanya..
    jika judul saya perbedaan hasil belajar menggunakan adobe flash, photoshop dan powerpoint di kelas…….bla bla bla..itu gmna ya rumusan masalah dan tujuan masalah nya..trus sama dosen saya dsruh tambah mana yg lebih efektif di gunakan dalam pembelajaran..terima kasih pak

    • Waalaikumsalam,
      Sepertinya harus dijelaskan lebih lanjut mengenai perbedaan hasil belajarnya, karena saya yakin bahwa hasil belajar lebih dipengaruhi materi dan cara penyampaiannya… Jika dosen menyampaikan ‘mana yang lebih efektif,’ maka dapat saya sarankan judul menjadi ‘efektifitas adobe flash, photoshop, dan powerpoint dalam penyampaian materi di kelas.’ Rumusan masalahnya ‘bagaimana efektifitas adobe flash, photoshop, dan powerpoint dalam penyampaian materi di kelas.’ Rumusan masalah tersebut nanti bisa dipecah menjadi beberapa pertanyaan penelitian.
      Tujuan penelitiannya dapat menggunakan ‘untuk mengetahui efektifitas aplikasi presentasi dalam penyampaian materi di kelas.’ Namun harus diingat bahwa banyak sekali variabel perancu dalam rumusan masalah tersebut yakni kemampuan pemateri menuangkan gagasan dalam media presentasi, kemampuan pemateri menggunakan dan memaksimalkan aplikasi, serta apakah materi yang digunakan dalam menguji aplikasi tersebut sama identik ataukah berbeda substansi dan tingkat kesulitannya.
      Mudah-mudahan bermanfaat.

  2. Pak mau tanya, bagaimna jika kita punya 4 variabel untuk diteliti untuk mengetahui pengaruh dari variabel X1, X2, dan X3 terhadap Y. Tapi rumusan masalahnya hanya 1 yaitu misal rumusan msalahnya “apakah terdapat pengaruh iklan, produk, dan harga terhadap keputusan pembelian?”. Dan kasus tersebut di dalam uji digunakan hanya untuk mengukur pengaruhnya secara simultan tanpa parsial. Apakah itu tidak bermasalah.? Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s