Itu yang Aku Sebut Punya Harga Diri


Sungguh pusing bila melihat keadaan sekarang ini. Banyak orang yang sudah tidak lagi mempunyai harga diri. Lebih suka membuang harga dirinya namun minta dihormati. Sudah tidak ada lagi harga dirinya, tapi melangkah dengan penuh kesombongan. Untuk apa lagi kesombongan bila tidak mempunyai harga diri?

Hatiku tergetar kala pagi itu menerima dua buah mainan anak-anak yang terbuat dari daun lontar. Mainan yang entah siapa yang akan membelinya. Dari bentuk saja sangat sederhana, tidak seindah mainan anak yang dijual di mall. Hanya ada beberapa gurat warna yang mungkin untuk mempercantik tampilannya tapi itu tidak membantu banyak.

Aku menghentikan penjual mainan itu tahun lalu. Ya, waktu itu aku sedang mengendarai si hejo dari kampus satu ke kampus dua melalui perpustakaan universitas. Masa itu belum ada perintah penutupan jalan di sebelah perpustakaan. Mungkin rektornya sadar bahwa dia bukan rektor yang diharapkan massa.:mrgreen: Bapak penjual itu memanggul dagangannya yang sudah jadi dan beberapa lembar lontar yang akan dibuatnya sambil mengisi waktu senggang.

Sesungguhnya aku melihat dan tidak menghiraukannya, hingga beberapa meter kemudian aku berhenti. Aku melihat ke arah yang telah aku lalui, dan segera berbalik arah. Motor kuhentikan beberapa meter di depannya dan aku segera turun. Ternyata yang dijualnya adalah mainan anak-anak serupa dua ekor burung yang berjalan beriringan, dengan roda di bawahnya agar bisa berjalan, dan dilengkapi dengan tali di paruhnya agar anak-anak mudah menarik mainan itu.

Bapak itu berasal dari Purworejo. Baru kali itu dia mencoba peruntungan di Jogja. Beliau tidak tahu harus berjalan ke mana, akan menjual di mana dan sebagainya. Ada satu kalimat yang beliau ucapkan yang masih aku ingat dengan jelas. “Lebih baik jualan apapun asal halal dik, daripada ngemis.”┬áMudah-mudahan laris pak.

Sumber Inspirasi:

http://rinaldimunir.wordpress.com/2011/11/28/lanjutan-kisah-bapak-tua-penjual-amplop-itu/

4 thoughts on “Itu yang Aku Sebut Punya Harga Diri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s