Tontonan VS Tuntunan


tontonan ton.ton.an
[n] pertunjukan (gambar hidup, wayang orang, dsb); yg ditonton: akrobat itu merupakan ~ yg menyenangkan

Referensi: http://kamusbahasaindonesia.org/tontonan#ixzz1fNfD8krS

tuntunan tun.tun.an
[n] (1) bimbingan; (2) petunjuk; pedoman

Referensi: http://kamusbahasaindonesia.org/tuntunan#ixzz1fNf0OOJs

Itu merupakan definisi dari kamus besar bahasa Indonesia online. Sekarang ini, pandangan orang menjadi berubah. Apa yang dulu dipandang sebagai tuntunan, sekarang dianggap sebatas tontonan. Pengajian pada masa beberapa tahun yang lalu masih dihadiri banyak orang, tidak perduli bisa lihat penceramahnya atau tidak, yang penting bisa tahu isi pengajiannya sudah menyenangkan. Kini, pengajian bisa dinikmati dalam bentuk rekaman atau video, siaran langsung atau tunda di televisi, dan sebagainya. Sebuah perkembangan teknologi yang bisa mendukung dakwah.

Hanya saja, sekarang orang menonton pengajian hanya sebatas suka pada cara penyampaiannya, suka pada penampilannya, suka pada leluconnya, dan tidak lagi mau memahami isinya. Tertawa, ya jamaah tertawa. Berdoa, ya jamaah berdoa. Tapi substansi isi pengajiannya sendiri, mungkin hanya beberapa orang yang mendengarkannya dengan serius. Bahkan mungkin, pertanyaan yang diajukan sidah disiapkan sebelumnya oleh panitia agar penceramahnya mudah untuk menjawabnya seperti acara hiburan televisi yang lain.

Sebaliknya terjadi di dunia hiburan. Hingar bingar gemerlap dan apalah namanya dunia orang kaya yang tidak sesuai dengan nilai agama dianggap sebagai jalan hidup yang baik. Sinetron mengajarkan hidup di rumah mewah, suka dengan lawan jenis semenjak sekolah dasar, sangat suka dengan lawan jenis sehingga menghalalkan segala macam cara untuk mendapatkannya, kekuasaan digambarkan memudahkan untuk mendapatkan sesuatu, cara berpakaian serba telanjang serta perhiasan yang berlebihan, dan sebagainya yang semuanya itu tidak sesuai dengan nilai agama.

Celakanya, tontonan sejenis sinetron yang hanya menampilkan sikap negatif dalam format elektronik itu yang menjadi panutan dan dianggap sebagai tuntunan jalan hidup. Agamanya adalah kekayaan, tuhannya adalah uang, dan kitabnya adalah kekuasaan. Naudzubillahimindzalik.

Sementara tuntunan sejenis pengajian dianggap hanya sekedar tontonan kacangan. Ustad dan kiai dianggap sebagai pemain yang menuruti jalannya skenario seperti bintang sinetron sabun yang isinya paha dan belahan dada. Kehidupannya yang semula sarat dengan kajian Al Quran dan Hadits, menjadi sarat dengan pertanyaan dan sorot kamera. Kehidupan yang tenang, dekat dengan Allah dihancurkan dengan hembusan gosip duniawi dengan pertanyaan-pertanyaan infotainment yang berpijak pada pandangan duniawi dan sama sekali pertanyaan mereka tidak berpijak pada Al Quran dan Hadits.

Saudaraku, ini salah satu tanda hadirnya kiamat yakni tuntunan jadi tontonan, dan tontonan jadi tuntunan. Teruskanlah bila mengharap jatuhnya hari kiamat di kepala.

Sumber Inspirasi:

http://rinaldimunir.wordpress.com/2011/11/30/ustad-ustad-muda-di-tv-yang-bikin-nek/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s