Lihat Ke Belakang Sebelum Maju


Perlu untuk melihat ke belakang sebelum melangkah maju ke depan. Tindakan ini untuk menghindari kesalahan di masa lalu dan memperbaiki kekeliruan di masa yang lalu. Bahkan yang lebih baik lagi adalah menghindari menuding orang lain tentang kesalahan yang dilakukan sendiri. Akan sangat bijak apabila mencermati ketentuan-ketentuan di mana kita berada. Istilah kerennya “Di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung”.

Berdasarkan peribahasa itu, agar tidak terjadi kesalahpahaman dan bonyok, lebih baik bila kita memasuki sebuah wilayah baik itu negara, propinsi, distrik, kota, kecamatan, kelurahan, desa, dusun, RW, RT, halaman rumah orang, halaman publik, mall, hotel, apartemen, hutan, dan sebagainya, kita mencari tahu aturan apa yang berlaku di sana. Ada beberapa peraturan yang tidak tertulis ketika berada di wilayah orang lain atau wilayah umum. Peraturan tersebut terkait dengan norma dan kepentingan publik. Di wilayah Anda, misalnya Anda baru membeli dan balik nama sertifikat tanah, Anda tidak diijinkan telanjang bulat di tengah tanah itu yang berada di tepi jalan raya. Tindakan itu akan membahayakan orang lewat karena bisa terjadi kecelakaan lalu lintas.:mrgreen: Tidak perduli dengan Anda yang masuk angin.😈

Di sebuah hotel misalnya, Anda juga tidak diijinkan membuat tindakan yang mengganggu penghuni hotel yang lainnya. Tidak perduli tindakan apapun itu. Karena hal itu jelas melanggar prinsip menghormati orang lain. Dalam lift sebuah kantor, Anda juga tidak akan diijinkan untuk kencing di dalamnya. Karena itu termasuk fasilitas kantor dan bukan pribadi Anda. Kecuali bila Anda membangun sebuah lift Anda sendiri di dalam gedung milik Anda sendiri di atas tanah milik Anda sendiri yang menghubungkan tempat parkir mobil Anda sendiri dengan kamar Anda sendiri, Anda bebas memperlakukan lift tersebut sebagai bagian dari Anda sendiri.

Walaupun Anda memiliki apartemen, yang Anda miliki sebenarnya hanyalah satu kapling kamar apartemen. Masih banyak pemilik kapling lain yang menghuni gedung itu, bahkan ada apartemen yang ada beberapa penghuni dalam satu lantai. Lift dalam apartemen itu tidak termasuk sebagai milik pribadi. Bisa banyak orang yang menggunakannya terutama bagian keamanan yang harus mengecek setiap lantainya dan mengantarkan tamu yang datang di tengah malam. Namanya juga keamanan, siapa tahu tamu yang datang berpenampilan baik tapi berniat buruk. Atau malah ada yang berniat buruk dengan menyaru sebagai hantu2an.😈

Bagi saya, bila bertemu dengan hantu atau hantu-hantuan, tidak perduli kaget-kagetan atau sungguhan, jelas reflek menghajarnya habis-habisan. Toh ketika pertama bertemu orang tidak akan sempat melihat dengan cermat apa atau siapa, yang pasti penampilannya mengejutkan. Apa yang bisa kita ambil dari diskusi kali ini?

  1. Satpam dan pihak apartemen tidak mengetahui informasi mengenai acara yang hendak membuat kaget seseorang. Mengapa tidak ditunjukkan surat resmi yang memberitahukan pihak apartemen bahwa akan menggunakan pintu keluar lift di lantai tersebut dalam rangka acara kaget? Minimal satpam akan diberi informasi dan diminta untuk tidak berbuat sesuatu untuk mengamankan tamu yang kaget dalam lift.
  2. Satpam baru kali itu menendang hantu. Reflek yang biasa ketika pertama bertemu dengan yang mengagetkan tapi tidak takut dengannya. Sebelumnya tidak ada yang aneh ketika pintu lift terbuka. Dan isi lift hanya tamu-tamu yang wajib diantarkan. Standar pelayanan di apartemen sepertinya.
  3. Eit, salah atau tidak seharunya yang membuat kaget orang lain-lah yang lebih dulu datang dan menjelaskan duduk perkaranya. Satpam menjalankan tugasnya dengan baik. Toh ketika ada penjahat yang masuk ke apartemen Anda dan satpam ditakuti dengan hantu-hantuan tapi tidak bertindak, Anda yang protes dengan cara yang berbeda bukan?
  4. Dan pelajaran yang terpenting adalah “MORAL DUTY REQUIRES ME TO ASK PUBLIC TO JUDGE FAIRLY”
    • Mengapa? Karena etika dan moral mencerminkan bangsa yang baik. Ada etikanya bila di lift apartemen sekalipun. Dan ada moral untuk tidak mengejutkan orang yang tidak dikenal. Kepatuhan terhadap hukum apartemen yang menyebutkan bahwa tidak diijinkan membuat keributan di apartemen serta tidak mengganggu warga lain harus ada.
    • Mengapa? Jangan sampai seseorang dilihat arogan karena hanya dengan mengibaskan beberapa lembar ratusan ribu menjadikan penghasilan seseorang berhenti. Jangan hanya karena kekayaan dan tidak melihat permasalahan secara keseluruhan serta hanya mengambil keputusan secara emosional akhirnya mengajukan tuntutan.
    • Mengapa? Siapapun orangnya dan siapapun saya, tetap akan melawan hantu dan hantu-hantuan karena gurauan seperti itu dirasa tidak pantas dilakukan.

Mudah-mudahan bermanfaat.:mrgreen:

Ide cerita:

http://bandung.detik.com/read/2011/12/13/191216/1790403/486/?992204topnews

http://bandung.detik.com/read/2011/12/14/133255/1791009/486/?992204topnews

http://bandung.detik.com/read/2011/12/14/115739/1790912/486/?992204topnews

http://bandung.detik.com/read/2011/12/14/104551/1790726/486/?992204topnews

http://www.megavandjabir.blogspot.com/

2 thoughts on “Lihat Ke Belakang Sebelum Maju

  1. Perlu dikaji lagi batasan antara milik pribadi dan umum. Karena ada beberapa hal yang sebenarnya mengganggu wilayah pribadi tp disiarkan juga secara umum, bahkan tidak jarang kesenangan pribadi yang mengganggu umum. Apalagi kalo kita sudah bicara mengenai suara dan visual

    • Sepakat bro…
      Batasan itu kadang tidak jelas… yang pasti klo banyak kemungkinan orang luar yang tidak kita kenal memiliki akses ke sana, berarti itu bukan ruang privat…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s