Money Politic Gaya Baru


Membaca berita di mana-mana tentang kenaikan bbm membuat gerah juga. Perdebatan mengenai naik harga atau tidak, menjadikan aku semakin malas untuk membaca berita. Bukan karena aku tidak perduli, namun ocehan yang aku keluarkan seakan membentur batu karang. Jadi mendingan bikin desain saja.:mrgreen:

Sekarang tahun 2013. Kabarnya pemilu akan diadakan tahun 2014. Kampanye seperti apa sih yang akan efektif menjaring suara? Kalau pengalaman yang sudah-sudah, dengan membagikan uang akan mendorong perolehan suara dalam pemilu. Tapi, kalau yang dibagikan itu adalah uang dari kantong pribadi, dapat dipastikan wilayah cakupannya akan sangat terbatas dikarenakan keterbatasan dalamnya kantong.:mrgreen:
Lalu, bagaimana cara yang terbaik mendapatkan uang yang banyak, kemudian bisa dihamburkan secara semena-mena, agar terlihat sebagai kelompok yang baik hati, memikirkan rakyat, sehingga akan menang dalam pemilu berikutnya? Caranya, letakkan antek atau oknum partai sebagai pengambil kebijakan, lalu perintahkan pada antek tersebut untuk membagikan uang pada masyarakat miskin dengan legal dan uang milik negara. Lumayan mengurangi pengeluaran partai bukan? Tapi jangan lupa, bila ada yang bertanya, katakan ‘memang kewajiban negara untuk membantu rakyat miskin.’
Bila memang pemerintah serius dalam mengatasi kemiskinan, maka yang akan dilakukan adalah mempermudah investasi, menjamin keamanan dan kelancaran investasi, memberikan jaminan bahan produksi dan sebagainya yang berkaitan dengan investasi. Karena semakin banyak investasi, akan semakin banyak juga lapangan kerja yang tersedia. Selain itu, pemerintah juga bisa menambah kursus keterampilan agar tenaga kerja yang tersedia memiliki keterampilan yang dibutuhkan.
Udah dulu ah. Capek ngetik pakai tab. Jarinya jadi kaku.:mrgreen: Kesimpulannya, money politik berkembang dari yang bernama upeti, administrasi, amplop, sogokan, pelicin, bagian, share, uang dengar, koper, pustun, tali kasih, serangan fajar, buka bersama, parcel, sedekah, hibah, hadiah, hingga ucapan terimakasih. Sumber dananya bila dulu dari dompet pribadi, hingga banyak yang gila karena harta habis, lalu berkembang menjadi dana bersama milik partai, dan akhirnya disistemkan menjadi uang negara. Uang negara yang seharusnya dipergunakan untuk pelayanan dan pembangunan, dihamburkan untuk kepentingan golongan yang ingin berkuasa. Untuk pelakunya, jangan pernah akui semua ini.:mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s