Razia Serang Warung Makan


Bulan puasa itu bulan yang penuh barakah. Bulan yang penuh limpahan rahmat. Bulan di mana setan dibelenggu. Bulan yang penuh ampunan. Bulan di mana banyak orang keliling dini hari dan berteriak “sahuuuurrr… sahuuuuuuuuuuurrrrr… sahuuuuuuuuuuuuuurrrrrr”. Bulan di mana banyak bertebaran minuman segar dan makanan ringan untuk berbuka puasa. Ngeces.:mrgreen:

Beberapa hari yang lalu, muncul berita yang mengejutkan di TV. Ada razia warung makan dilakukan di Serang, Banten. Setelah cari-cari masalah infonya di internet, ternyata benar. Razia dilakukan Satpol PP, menyasar warung yang sedang melakukan persiapan untuk berdagang di sore hari saat buka puasa. Mungkin ceritanya akan lain bila razia dilakukan FPI. Blow up akan lebih banyak dilakukan media pada betapa sadisnya perazia, dan banyak cerita yang berkembang tanpa bisa dikendalikan demi pendiskreditan Islam.

Tapi lalu muncul pertanyaan yang sulit kujawab. Mungkin di antara teman-teman punya jawaban atau solusinya. Pertanyaannya adalah:

  1. Dalam agama diajarkan bahwa meminta lebih baik derajatnya daripada merampas apa yang bukan haknya secara paksa. Bukankah akan lebih baik bila meminta lauknya secara baik-baik tanpa harus dibawa paksa?
  2. Bila makanan nantinya ditahan dan dibuang, mengapa repot memisahkan sayur A dengan lauk B?
  3. Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh rahmat dan ampunan. Jika Tuhan Maha Memaafkan, apakah Satpol PP derajatnya lebih tinggi daripada Tuhan, sehingga dengan keras tanpa ampun merazia dan menyita pedagang kecil?
  4. Waktu berbuka puasa adalah Adzan Maghrib. Tentu saja mempersiapkan makanan berbuka harus dilakukan sebelum waktu tersebut. Lha siapapun yang berpuasa, jika di rumah memasak setelah dikumandangkannya Adzan Maghrib pasti akan merasa tidak karuan karena tidak dapat berbuka puasa. Jadi yang namanya warung makan kecil belum tentu buka penuh karena jika melakukan persiapan tidak mungkin pintu ditutup total. Lalu, acara buka bersama di manakah yang memasak setelah dikumandangkan adzan? (mikirosithik.cux)
  5. Lalu misalkan, ada warung yang mendapatkan pesanan untuk nasi kotak buka puasa, apakah siang tidak boleh ada aktivitas sama sekali dan boleh beraktivitas setelah berbuka puasa? Lalu pesanan buka bersama bisa jadi sahur bersama donk?:mrgreen:

Pertanyaan tersebut hanya sebagian dari ratusan juta pertanyaan yang muncul serentak ketika mendengar berita tersebut. Sedih dan miris melihat modal pedagang kecil yang mungkin dengan ikhlas meminimalkan keuntungan untuk dapat menyediakan buka puasa bagi yang menjalankan tandas dirampas tanpa belas kasihan. Heran masih lihat setan berkeliaran merampas makanan orang yang berpuasa dan tidak dibelenggu.

Entah apa yang akan terjadi pada pasukan perampas makanan tersebut. Hanya Allah yang Maha Mengetahui.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s