Tentang abasosay

Abasosay merupakan nama alias yang mulai digunakan semenjak kuliah hingga sekarang. Kini nama Abasosay selalu muncul di banyak kesempatan yang bersifat informal, terlebih bila tidak ingin terlacak.

Ang Kring Lum: Menggugat “Taksi Online”


Disclaimer:

  1. Tulisan berikut ini hanyalah fiktif belaka, kesamaan nama, tempat, hari, bulan, tahun, jam, menit, detik hanyalah kebetulan belaka.
  2. Tulisan ini tidak dapat dipergunakan untuk mendiskreditkan, mengunggulkan, menuntut, atau menistakan pihak manapun.
  3. Pengambilan atau pengutipan harus dilakukan secara keseluruhan, tidak dapat dilakukan sebagian walaupun dengan seijin penulis.

Malam masih belum larut ketika aku sampai di lahan parkir belakang terminal. Masih ramai lalu lalang orang yang ingin bepergian ke luar kota dengan kendaraan bus ataupun yang baru datang dari luar kota. Di kejauhan tampak tukang parkir

Usaha Kuliner Kala Ramadhan


Bulan Ramadhan adalah saat umat Islam menjalankan ibadah puasa wajib. Selama satu bulan penuh berpuasa dan beribadah sesuai tuntunan dalam agama. Berpuasa di bulan Ramadhan ini biasanya dilakukan mulai fajar hingga matahari terbenam. Sebelum fajar dan setelah matahari terbenam itulah, orang diijinkan untuk makan dan minum sepuasnya secukupnya.

Baca lebih lanjut

Razia Serang Warung Makan


Bulan puasa itu bulan yang penuh barakah. Bulan yang penuh limpahan rahmat. Bulan di mana setan dibelenggu. Bulan yang penuh ampunan. Bulan di mana banyak orang keliling dini hari dan berteriak “sahuuuurrr… sahuuuuuuuuuuurrrrr… sahuuuuuuuuuuuuuurrrrrr”. Bulan di mana banyak bertebaran minuman segar dan makanan ringan untuk berbuka puasa. Ngeces. :mrgreen:

Beberapa hari yang lalu,

Inspirasi @Saptuari: Misteri Sebuah Absensi


inspirasi Saptuari itu berasa “ngampleng” tapi ngademke… istighfar… istighfar… istighfar… eh, udah adzan…

Coretan Hafidz341

shalat sebagai penolongSeorang guru yang masuk kelas setiap pagi mengabsen murid-muridnya, yang barisan depan ini rajin semua. Datang duluan sebelum bel berdentang, duduk rapi siap menerima ilmu dan pelajaran..
Dari 40 siswa di kelas itu, tentulah tak semuanya tertib. Ada yang badung pastinya, datangnya sering telat, duduk seenaknya, berisik selama pelajaran berlangsung, bahkan cium tangan guru pun ogah-ogahan. Sombong, merasa sudah hebat, guru hanya dianggap formalitas pelengkap sekolah. Sekolah pun hanya dianggap beban..

Ada beberapa murid yang selain rajin tepat waktu, juga sangat dekat dengan guru itu. Mereka suka hadir ke rumah guru, sekedar untuk ngobrol, belajar tambahan, sambil membawakan cemilan dan makanan untuknya..
Jika suatu saat guru itu ditanya oleh kepada sekolah, siapa murid teladan di sekolah ini.. Pasti dia menjawab murid-muridnya yang rajin dan tertib belajarnya. Guru itu dengan mudahnya memberi nilai baik dan pujian untuk mereka.
Jika ada tawaran beasiswa, tentu murid-murid teladan itu yang diajukan namanya.
Jika ada…

Lihat pos aslinya 756 kata lagi

Menundukkan Pandangan


Seringkali aku dengar dari pak ustad dan kiai tentang perintah untuk menundukkan pandangan. Namun seringkali juga aku dibuat bingung dengan cara untuk melakukannya. Tidak sedikit diskusi aku lakukan dengan ustad, kiai, atau orang yang punya ilmu agama yang lebih tinggi daripadaku. Namun penjelasan mengenai istilah menundukkan pandangan itu masih kabur dalam benakku.

Baca lebih lanjut

Ga Pake Judul


Beberapa bulan lalu pas rame-ramenya BBM akan naik, sempat terlintas untuk menulis. Namun tulisan terhambat dengan satu hal saja, yakni masalah judul. Share ke kawan-kawan di beragam jarsos, ada yang mengusulkan untuk menulis saja tapi tidak usah pakai judul. Tapi ‘ngganjel’ kalau tidak pakai judul. Tapi pada akhirnya terpaksa harus ditulis juga karena banyak sekali ide tulisan yang sudah antri di belakangnya. Malah tambah ngganjel kalau tidak segera ditulis. :mrgreen:

Permasalahan pokok yang jadi tema tulisan ini adalah kenaikan BBM. Pemerintah memaksa untuk menaikkan BBM karena banyak alasan. Walaupun tulisan ini tidak akan membahas alasan-alasan pemerintah menaikkan harga BBM, namun tulisan ini ingin membagikan pemikiran tentang efek jangka panjang kenaikan BBM. Efek bola salju yang tidak akan pernah berhenti, serta gunung es di tengah lautan asumsi. Asumsi itu berbahaya kawan. :mrgreen:

Baca lebih lanjut

BBM Naik, Balsem Turun, Pegadaian Penuh


Setelah harga BBM sukses naik pada tanggal 23 Juni yang lalu, Balsem sudah diturunkan dua hari sebelumnya. Mungkin penerima balsem ini diberi pesan agar tidak demo saat mengambil jatahnya. Sehingga tidak ada gejolak yang berarti. :mrgreen:
Well, mungkin saja penerima balsem memang rakyat yang masuk dalam golongan miskin. Namun masyarakat Indonesia ini tidak hanya terbagi dalam dua golongan saja, yakni sangat kaya dan sangat miskin. Tetapi ada kelompok masyarakat yang berada di antara keduanya. Nah, kelompok ini yang paling sering dilupakan.
Ketika BBM naik, BLSM untuk masyarakat miskin turun, kelompok tengah ini yang memperoleh dampak terbesar. Mereka harus membayar BBM lebih mahal, sementara penghasilan mereka cenderung tetap, dan tidak mendapatkan balsem untuk menyembuhkan masuk angin. :mrgreen:
Akibatnya, apapun yang bisa menghasilkan uang akan digadaikan untuk menutup sementara kebutuhan hidup. Efeknya, hari ini pegadaian penuh. Antrian panjang dipenuhi dengan muka-muka pasrah. Lebih baik memikirkan hidup masa depan, daripada memikirkan pemerintah yang tidak jelas, mungkin seperti itu dalam benak mereka.