Ang Kring Lum: Menggugat “Taksi Online”


Disclaimer:

  1. Tulisan berikut ini hanyalah fiktif belaka, kesamaan nama, tempat, hari, bulan, tahun, jam, menit, detik hanyalah kebetulan belaka.
  2. Tulisan ini tidak dapat dipergunakan untuk mendiskreditkan, mengunggulkan, menuntut, atau menistakan pihak manapun.
  3. Pengambilan atau pengutipan harus dilakukan secara keseluruhan, tidak dapat dilakukan sebagian walaupun dengan seijin penulis.

Malam masih belum larut ketika aku sampai di lahan parkir belakang terminal. Masih ramai lalu lalang orang yang ingin bepergian ke luar kota dengan kendaraan bus ataupun yang baru datang dari luar kota. Di kejauhan tampak tukang parkir

Usaha Kuliner Kala Ramadhan


Bulan Ramadhan adalah saat umat Islam menjalankan ibadah puasa wajib. Selama satu bulan penuh berpuasa dan beribadah sesuai tuntunan dalam agama. Berpuasa di bulan Ramadhan ini biasanya dilakukan mulai fajar hingga matahari terbenam. Sebelum fajar dan setelah matahari terbenam itulah, orang diijinkan untuk makan dan minum sepuasnya secukupnya.

Baca lebih lanjut

Menundukkan Pandangan


Seringkali aku dengar dari pak ustad dan kiai tentang perintah untuk menundukkan pandangan. Namun seringkali juga aku dibuat bingung dengan cara untuk melakukannya. Tidak sedikit diskusi aku lakukan dengan ustad, kiai, atau orang yang punya ilmu agama yang lebih tinggi daripadaku. Namun penjelasan mengenai istilah menundukkan pandangan itu masih kabur dalam benakku.

Baca lebih lanjut

Money Politic Gaya Baru


Membaca berita di mana-mana tentang kenaikan bbm membuat gerah juga. Perdebatan mengenai naik harga atau tidak, menjadikan aku semakin malas untuk membaca berita. Bukan karena aku tidak perduli, namun ocehan yang aku keluarkan seakan membentur batu karang. Jadi mendingan bikin desain saja. :mrgreen:

Sekarang tahun 2013. Kabarnya pemilu akan diadakan tahun 2014. Kampanye seperti apa sih yang akan efektif menjaring suara? Kalau pengalaman yang sudah-sudah, dengan membagikan uang akan mendorong perolehan suara dalam pemilu. Tapi, kalau yang dibagikan itu adalah uang dari kantong pribadi, dapat dipastikan wilayah cakupannya akan sangat terbatas dikarenakan keterbatasan dalamnya kantong. :mrgreen:
Lalu, bagaimana cara yang terbaik mendapatkan uang yang banyak, kemudian bisa dihamburkan secara semena-mena, agar terlihat sebagai kelompok yang baik hati, memikirkan rakyat, sehingga akan menang dalam pemilu berikutnya? Caranya, letakkan antek atau oknum partai sebagai pengambil kebijakan, lalu perintahkan pada antek tersebut untuk membagikan uang pada masyarakat miskin dengan legal dan uang milik negara. Lumayan mengurangi pengeluaran partai bukan? Tapi jangan lupa, bila ada yang bertanya, katakan ‘memang kewajiban negara untuk membantu rakyat miskin.’
Bila memang pemerintah serius dalam mengatasi kemiskinan, maka yang akan dilakukan adalah mempermudah investasi, menjamin keamanan dan kelancaran investasi, memberikan jaminan bahan produksi dan sebagainya yang berkaitan dengan investasi. Karena semakin banyak investasi, akan semakin banyak juga lapangan kerja yang tersedia. Selain itu, pemerintah juga bisa menambah kursus keterampilan agar tenaga kerja yang tersedia memiliki keterampilan yang dibutuhkan.
Udah dulu ah. Capek ngetik pakai tab. Jarinya jadi kaku. :mrgreen: Kesimpulannya, money politik berkembang dari yang bernama upeti, administrasi, amplop, sogokan, pelicin, bagian, share, uang dengar, koper, pustun, tali kasih, serangan fajar, buka bersama, parcel, sedekah, hibah, hadiah, hingga ucapan terimakasih. Sumber dananya bila dulu dari dompet pribadi, hingga banyak yang gila karena harta habis, lalu berkembang menjadi dana bersama milik partai, dan akhirnya disistemkan menjadi uang negara. Uang negara yang seharusnya dipergunakan untuk pelayanan dan pembangunan, dihamburkan untuk kepentingan golongan yang ingin berkuasa. Untuk pelakunya, jangan pernah akui semua ini. :mrgreen:

Motor Jantan Tanpa Senggolan


Beberapa hari yang lalu, saya nyasar ke salah satu blog yang menyebutkan kalau motor jantan itu sebenarnya matik. Argumen utama yang diberikan adalah matik cenderung rawan senggolan stang sehingga punya alasan untuk kejar-kejaran dan balas dendam. Bila hidup di hutan bersama kera mungkin kejantanan kera selalu ditunjukkan dengan perkelahian dan fisik. Tapi kita hidup di peradaban bro. Di mana kejantanan tidak lagi berdasarkan kekerasannya saja. Namun jantan juga diartikan macho, gagah, dan tidak semua orang bisa. 😈

Sesungguhnya saat itu juga ingin segera memberikan balasan. Namun saat itu ada postingan lain yang ngantri bahkan ada ketikan yang belum selesai. :mrgreen: Dalam blog itu juga dikatakan bahwa pemasang stiker “Lelaki Sejati Oper Gigi” mungkin belum pernah pakai matik. Hadeuh… saya sudah coba motor semenjak RS100S, Grand, SupraFit, Alfa, AlfaII, AlfaIIR, Bravo, RC100, RGR, Kharisma, Supra, Vario, Mio, Jupiter, GL Max, Binter Mercy, GL Pro, JupiterZ, Minthi, C70, Jupiter MX, jangan lupakan vespa, dan yang selalu saya gunakan sekarang adalah Tiger 2000. Dan kesimpulan saya selama menggunakan beragam jenis motor itu adalah tetap jantan si Hejo. :mrgreen:

Klik aja klo mau liat penampakan si hejo

Lihat Ke Belakang Sebelum Maju


Perlu untuk melihat ke belakang sebelum melangkah maju ke depan. Tindakan ini untuk menghindari kesalahan di masa lalu dan memperbaiki kekeliruan di masa yang lalu. Bahkan yang lebih baik lagi adalah menghindari menuding orang lain tentang kesalahan yang dilakukan sendiri. Akan sangat bijak apabila mencermati ketentuan-ketentuan di mana kita berada. Istilah kerennya “Di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung”.

Berdasarkan peribahasa itu, agar tidak terjadi kesalahpahaman dan bonyok, lebih baik bila kita memasuki sebuah wilayah baik itu negara, propinsi, distrik, kota, kecamatan, kelurahan, desa, dusun, RW, RT, halaman rumah orang, halaman publik, mall, hotel, apartemen, hutan, dan sebagainya, kita mencari tahu aturan apa yang berlaku di sana. Ada beberapa peraturan yang tidak tertulis ketika berada di wilayah orang lain atau wilayah umum. Peraturan tersebut terkait dengan norma dan kepentingan publik. Klik di sini aja untuk lanjut.

Membuang Bingkai Pemikiran


Ini bukan kerangka pikir yang ada dalam penelitian lho. Tapi ini adalah bingkai pemikiran yang membatasi gerak untuk berkembang menjadi lebih dan lebih lagi. Ada yang telah menyadari bingkai pemikiran ini, namun banyak yang tidak merasakan kehadiran bingkai ini, bahkan tidak pernah tahu bahwa gerak geriknya dibatasi dengan bingkai itu.

Bingkai pemikiran ini haruslah dihancurkan agar tidak ada batasan dalam berkembang. Batasan yang berlaku pada akhirnya adalah agama dan norma dalam masyarakat. Lihat saja bayi yang selalu berkembang tanpa ada bingkai pemikiran dan selalu diarahkan pada hal yang baik.

Klik untuk membaca lanjutannya…