Aku Benci Matematika


Tidak sedikit orang yang membenci matematika. Ada yang mengatakan bahwa matematika itu sulit, rumit, dan segala macam alasan yang melatarbelakangi kebencian itu. Penghitungan angka menjadi sangat tidak menyenangkan bagi mereka. Akibatnya mereka tidak mau mempelajari lebih banyak lagi tentang matematika. Sebagai solusinya, mereka mempergunakan kalkulator dan komputer untuk menyelesaikan persoalan angka ini.

Satu hal yang tidak disadari adalah hidup ini penuh dengan matematika. Matematika yang paling sering dipergunakan sehari-hari adalah menghitung uang pembayaran dan kembalian. Berapa banyak uang yang harus dikeluarkan untuk memiliki suatu barang atau jasa, berapa uang yang seharusnya dikembalikan bila ada sisa pembayaran, dan masih banyak lagi. Matematika juga harus digunakan ketika akan mengambil kredit, berapa yang harus dibayarkan dalam setiap bulannya, berapa pendapatan yang harus diperoleh untuk menutup pembayaran tersebut, berapa yang harus disisakan untuk hidup satu bulan, dan masih banyak lagi matematika yang sangat rumit yang harus dijalani dalam hidup sehari-hari.

Pembahasan matematika sederhana dan rumit

Iklan

Yang Lucu dari Ujian 001


Di manapun Anda berada, dalam waktu apapun Anda berada, selalu ada yang namanya ujian. Ujian itu dimaksudkan untuk mengetahui apakah Anda layak untuk naik tingkatan ataukah Anda harus mengulangi belajar materi yang sama hingga ujian berikutnya. Siap atau tidak siap, ujian akan selalu menghampiri karena hanya itulah satu-satunya cara untuk mengetahui sejauh mana kemampuan Anda.

Ujian pun ada bermacam cara. Ada yang menggunakan ujian secara lisan, ada yang menggunakan ujian tertulis, ada juga yang menggunakan ujian praktek. Salah satu materi yang diujikan adalah berupa analisis. Yang dinamakan analisis, tidak ada jawaban yang 100% benar, dan tidak ada jawaban yang 100% salah. Isikan sesuka hati Anda jika menemui pertanyaan “bagaimana pendapat Anda”. Ada kemungkinan benar.

Jawaban ujian tersebut haruslah berkaitan dengan materi yang telah diberikan. Penguji tidak akan ambil pusing apakah Anda sudah siap menghadapi ujian atau belum belajar sama sekali. Jadi, jangan sekali-sekali mencontoh jawaban seperti di bawah ini.

Kasus Ujian

Bingung Gw


Barusan liat2 kemana-mana, keliling-keliling. Ninggal komen. Tambah iseng malah buka statistik. Abis itu ga ada niatan buat iseng lagi. Ternyata visitornya banyak. Tapi ga ada yang komen. Apa bahasannya terlalu berat ya? Hehehe. Kebiasaan ngasih tugas kelas.

Kalo emang begitu keadaannya, maka untung tak dapat ditolak, malang tak dapat diraih. Mau tidak mau harus memberikan keseimbangan, keadilan pembagian jatah posting antara yang nyantai dan yang serius. Yang ringan dan yang berat. Yang mudah dan yang sulit.

Biar bagaimanapun, saya masih belajar nulis. Kalo emang harus dikoreksi, ya silakan komen ngoreksi. Kalau emang perlu dihujat, hujat aja tapi ga usah ninggalin komen.

*** Memandang bintang di langit berkerlap-kerlip dengan jenaka ***
Seakan mengajakku ‘tuk bercanda
Melepas duka
*** Hingga nanti saatnya tiba *** 

Tips Satu


Oke. Berhubung diskusi banyak yang tanya tapi sepi… Mungkin perlu penyegaran di sini ya… Perlu banyak belajar untuk kelas Metode Kuantitatif Kelas B… Banyak sekali yang perlu dibenahi… Banyak sekali yang harus dilakukan sejak sekarang… Pilihannya sekarang adalah mau berusaha sekarang atau tertinggal… Apakah pemikiran yang seperti ini yang membuat Indonesia tetap tertinggal seperti ini ya?

Jadi kita masuki tips yang pertama. Tips pertama akan membahas mengenai menggali pertanyaan, atau permasalahan. Seringkali kita menemukan permasalahan baru melalui diskusi bersama teman. Tidak hanya dalam forum diskusi dalam kelas atau ruangan tertentu dan telah dikondisikan untuk berdiskusi guna mendapatkan permasalahan. Obrolan dalam sebuah pertemuan tidak resmi dapat juga menjadi sumber pertanyaan.

Kadang kita tidak pernah memikirkan atau mengingat obrolan ketika sedang berada di angkringan atau warung atau hanya sekedar bertemu sesaat. Ketika kita bertemu seseorang di suatu tempat ketika kita menggunakan layanan publik dan orang tersebut mengeluh tentang yang berkaitan dengan layanan tersebut, itulah permasalahan layanan tersebut. Namun seringkali ketika kita mencari permasalahan mengenai sebuah instansi misalnya, kita sudah terpaku pada apa yang kita alami dengan instansi tersebut. Pengalaman orang lain seringkali kita lupakan. Padahal pengalaman orang lain itu dapat menjadi masukan berharga untuk menjadi permasalahan penelitian.

Untuk mempelajari lebih jelas mengenai penggalian masalah, sekarang kita coba untuk mendiskusikan permasalahan yang kita hadapi. Kita cari latar belakangnya, kemudian kita coba untuk mencari solusinya. Diskusi Empat sangat penting untuk didiskusikan sekarang. Bahkan dapat menjadi acuan untuk kuliah berikutnya. Sampai jumpa di Diskusi Empat.