Ga Pake Judul


Beberapa bulan lalu pas rame-ramenya BBM akan naik, sempat terlintas untuk menulis. Namun tulisan terhambat dengan satu hal saja, yakni masalah judul. Share ke kawan-kawan di beragam jarsos, ada yang mengusulkan untuk menulis saja tapi tidak usah pakai judul. Tapi ‘ngganjel’ kalau tidak pakai judul. Tapi pada akhirnya terpaksa harus ditulis juga karena banyak sekali ide tulisan yang sudah antri di belakangnya. Malah tambah ngganjel kalau tidak segera ditulis. :mrgreen:

Permasalahan pokok yang jadi tema tulisan ini adalah kenaikan BBM. Pemerintah memaksa untuk menaikkan BBM karena banyak alasan. Walaupun tulisan ini tidak akan membahas alasan-alasan pemerintah menaikkan harga BBM, namun tulisan ini ingin membagikan pemikiran tentang efek jangka panjang kenaikan BBM. Efek bola salju yang tidak akan pernah berhenti, serta gunung es di tengah lautan asumsi. Asumsi itu berbahaya kawan. :mrgreen:

Baca lebih lanjut

Sisi Lain Kenaikan BBM 02


Menyambung diskusi yang ditumpahkan dalam sisi lain kenaikan BBM episode 1 kemarin. Pemikiran untuk menyambung tulisan tersebut mengganggu pekerjaan utama. Setiap saat selalu muncul. Hanya kata-kata untuk memulainya saja yang masih sulit keluar.

Kemarin malah menemukan sebuah software untuk membuat banner dan segala macamnya dalam bentuk gambar bergerak. Tergelitik untuk mencoba dan berhasil membuat berbagai macam bentuk yang aneh. 😈 Yup, sekarang saatnya membahas lagi kenaikan BBM.

Baca selanjutnya…

Sisi Lain Kenaikan BBM 01


Setelah menuliskan posting saya sebelumya mengenai mbuletnya kenaikan BBM, saya kembali kepada diskusi dan perenungan yang dalam berkaitan dengan BBM. Tujuan inti kenaikan inilah yang saya cari. Merenungi dan berdiskusi dari segala macam sisi. Memang berat tanpa adanya dukungan data dan teori yang cukup kuat.

Ternyata ada banyak sudut pandang dalam melihat kenaikan BBM ini. Salah satunya yang sering didengungkan adalah ekonomi yang berpihak kepada rakyat. Ekonomi yang berpihak kepada rakyat ini menuntut adanya banyak subsidi yang digulirkan. Seperti menuangkan sekarung ikan di depan sekelompok orang yang kelaparan saja.

Gali lebih dalam…