Terdampar di Persimpangan


Rangkaian perubahan ke arah yang lebih baik belum tentu bisa berjalan dengan lancar. Kepentingan antara nahkoda dan anak buah kapalnya seringkali berbenturan dan menghasilkan keadaan yang stagnan. Kapal yang ingin dijalankan maju oleh nahkoda terpaksa tidak berubah satu jengkal pun ke arah yang diinginkan. Alhasil, kapal tersebut hanya akan terombang-ambing mengikuti arus yang entah akan membawa ke kejayaan atau kehancuran.

Tidak jauh berbeda dengan situasi pemilihan yang terjadi baik nasional maupun daerah. Gagasan-gagasan independen yang tidak berpihak ke kepentingan politik apapun seringkali berbenturan dengan kebutuhan hidup pendukungnya. Pertentangan ini perlu diluruskan dan disamakan visi dan misinya agar tidak terjadi lagi kondisi stagnan tanpa ada perubahan berarti.

Baca selanjutnya

Iklan

Bukan Tips Memilih Imam


Siang hari, usai memaksimalkan fasilitas kantor serta meningkatkan imaging kantor. Iseng kursor berjalan menelusuri lekuk liku daftar blog terbaru. Terhenti jalan kursor pada sebuah artikel yang menggelitik rasa keingintahuan. Artikel yang berjudul 11 rasa 23 ini mengarahkan pemikiranku pada permasalahan Tarawih.

Rasa penasaran itu terjawab sudah ketika membukanya dan digantikan dengan rasa terkejut. Belum pernah mendapatkan atau menemukan sebuah pengamatan dan kesimpulan dari sudut pandang tersebut. Sebuah pesan yang terkandung di dalamnya, di bagian akhir ditemukan, “INGAT… imam dipilih untuk diikuti”.

Seketika pikiran…

Diskusi Delapan


Hmmm… Banyak banget yang komen. Tapi kok banyaknya di curhat ya? Pada nanya juga, kapan Diskusi Delapan keluar. Kemarin sempat bikin diskusi delapan. Tapi melihat perkembangan yang sangat cepat, akhirnya dengan melihat segala kemungkinan, maka diputuskan untuk mengambil permasalahan yang ada di sekitar mahasiswa, dan yang paling dijalani oleh mahasiswa. Paling tidak untuk awal membuka pemikiran yang lebih kritis. Diskusi Delapan ini mungkin ga ngaruh sama nilai. Gw cuma pingin menggali informasi dan ide-ide kreatif untuk pengembangan saja. Jadi para pemburu ‘A’ mohon jangan kecewa ya.

Baik, beberapa hari terakhir ini gw mulai dekat sama mahasiswa AN ’06 yg itu kelas B. Dari informasi yang terpercaya, ternyata kehidupan AN telah banyak berubah semenjak gw tinggalin. Mulai dari KMAN yang berubah dari bentuk Korps menjadi Keluarga, hingga masalah internal KMAN yang perlu dipikirkan untuk kelanjutan bangsa dan negara KMAN itu sendiri. Salah satu hal yang paling banyak dikeluhkan adalah masalah kepemimpinan dan kepengurusan sang Ketua KMAN. Eits, bukannya gw pingin turut campur dalam hal ini. Tapi kan kalian sendiri yang ngalamin. Gw cuman mods disini. Betul?

Gonjang-ganjing KMAN bergulir dari masa ke masa. Apakah ini merupakan siklus sepuluh tahunan? Ada indikasi kesana, karena gw ga ngeh sama tahun2 di antara sepuluh tahun itu. Njuk, ada juga yg minta model diskusinya diubah, jadi mods melemparkan opini, biar yg lain menyanggah. Let’s njajal. Awas klo sepi.

Kondisi KMAN yang sekarang tuh kabarnya kacau beliau balau. Semua dan segala tuduhan diarahkan ke Ketua KMAN. Eit, gw ga mbelain Ka-KMAN lho. Tuh ada yg mau protes. Kalo analisis gw, Ka-KMAN tuh kemarin menjadi calon tunggal. Nah, kebiasaan di KMAN klo adanya calon tunggal tuh dicarikan tandingannya. Walaupun yang muncul nanti tandingannya berupa kotak kosong, pemilu harus tetep berjalan. Ga bisa karena hanya calon tunggal trus ditunjuk aja. Ga demokratis. Satu kesalahan suksesi ditemukan.

Teori organisasi sang Ka-KMAN ini masih kurang, jadi masih seenaknya sendiri, otoriter dalam mengambil keputusan. Masih kaya SMU aja sepertinya, dimana yang namanya jam belajar itu sama untuk semua anggota OSIS. Ini kuliah. Kuliah itu kalo udah angkatan tua biasanya waktunya udah pada beda-beda. Ga cuman harinya yang beda, tapi jamnya juga bisa selang-seling. Satu kekurangan manajemen organisasi ditemukan.

Menurut pendapat gw sih mendingan Ka-KMAN-nya ganti. Kenapa harus ganti, karena kalo kaya gini terus ga bakalan ada kemajuan yang berarti buat KMAN. Nah, dampaknya ga akan ada gunanya aktif di kegiatan KMAN. Mendingan kuliah dapet nilai plus klo tutornya gw. Hehehe.

Kalo ga bisa diganti, dengan alasan masa jabatannya cuma tinggal satu semester, maka ubah sikap Ka-KMAN. Bikin dia manut sama masyarakat AN. Ini diperlukan kesamaan visi dalam upaya perbaikan kepemimpinan. Hey, KMAN tuh milik mahasiswa AN. Siapa lagi yang bakalan mikirin AN klo bukan mahasiswanya. Masalahnya sampeyan mau maju atau mau jadi nothing.

Diskusi ini dimulai.