Membuat Rumusan Masalah


Sebenarnya sudah lama ingin menulis tentang penulisan rumusan masalah ini. Namun baru terpancing setelah sepagian blogwalking dan nyangkut di blogstat. :mrgreen: Dalam blogstat, kembali melihat istilah mesin pencari dan menemukan ada yang mencari tentang *bagaimana+membuat+rumusan+masalah*. Entah itu yang mencari adalah mahasiswa/i dari kelasku yang kebetulan mendapat tugas untuk membuat proposal penelitian, atau dari university lain yang hendak menyusun proposal skripsi. Ya sutralah. :mrgreen: Ini skrinsyutnya.

istilah pencari rumusan masalah

Baik dalam kelas…

Perumusan Masalah (Tips)


Melihat perkembangan diskusi yang semakin ramai, juga perkembangan pertanyaan yang diajukan melalui e-mail, diputuskan untuk memberikan sedikit tips untuk membuat Rumusan Masalah. Banyak dari pertanyaan itu yang mempertanyakan kesesuaian antara satu rumusan masalah dan satu pertanyaan pokok yang di bawahnya terdapat banyak pertanyaan turunan. Sebenarnya tidak ada perbedaan dari kedua macam Rumusan Masalah tersebut.

Dalam contoh di buku Pak Erwan terdapat satu pertanyaan pokok yang merupakan pertanyaan besar yang melingkupi pertanyaan-pertanyaan yang lebih terinci. Pertanyaan pokok yang menjadi contoh dalam buku Pak Erwan adalah “Bagaimana aksesibilitas pelaku UKM terhadap berbagai program yang diluncurkan oleh pemerintah?“.

Nah, pertanyaan turunan yang ada dalam buku Pak Erwan adalah “1. Apa saja kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan UKM yang telah diimpementasikan oleh pemerintah selama ini? 2. Bagaimana proses implementasi kebijakan tersebut dan apa hambatannya? 3. Siapa pengusaha UKM yang memiliki akses yang baik terhadap berbagai program pemerintah dan siapa yang tidak? Mengapa? 4. Apa saja faktor pendorong dan penghambat aksesibilitas UKM terhadap program pemerintah?“.

Bila diambil contoh dari diskusi online yang telah ada misalnya “Bagaimana melihat suatu permasalahan dan mengerucutkannya sehingga dapat ditemukan sebuah topik yang menarik untuk penelitian“. Pertanyaan ini dapat diturunkan dalam beberapa pertanyaan lagi. Misalnya “1. Apa saja fenomena yang ada di masyarakat? 2. Apakah ada sebab external dari fenomena tersebut? 3. Bagaimana proses fenomena itu terjadi? 4. Apakah ada upaya untuk mencegah fenomena tersebut terjadi lagi?“.

Bila diambil dari diskusi yang lain misalnya “Bagaimana solusi untuk menghidupkan museum?“. Pertanyaan ini juga dapat diturunkan dalam beberapa pertanyaan lagi, misalnya “1. Apa kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan museum? 2. Apa upaya pengelola museum untuk meningkatkan jumlah pengunjungnya? 3. Apa kendala dalam implementasi upaya pengelola museum? 4. Apakah ada pihak swasta yang berupaya untuk melestarikan museum?“.

Dari diskusi yang lainnya juga dapat diambil pertanyaan turunannya. Misalnya “Bagaimanakah pola perijinan yang berorientasi kepada layanan publik?“. Pertanyaan turunannya misalnya “1. Bagaimanakah kebijakan pemerintah dalam hal pelayanan publik? 2. Apakah pengguna layanan publik puas dengan layanan perijinan selama ini? 3. Bagaimana layanan perijinan itu sebaiknya menurut pengguna layanan tersebut?“.

Apakah harus semua pertanyaan turunan ini disebutkan disini? Saya rasa kreativitas mahasiswa peserta kuliah Metode Kuantitatif akan dapat dengan sangat mudah membuat pertanyaan turunan untuk diskusi online yang lain. Jadi selamat berdiskusi di diskusi online berikutnya.

Perbedaan antara keterangan saya dan Pak Erwan adalah bila Pak Erwan meminta untuk mencantumkan pertanyaan turunan, sementara saya meminta untuk mencantumkan pertanyaan besarnya. Karena selama melihat tugas yang dikumpulkan baru menyampaikan pertanyaan turunannya, sementara pertanyaan besarnya tidak dicantumkan. Sampai di sini ada yang ingin menjelaskan?

Dalam pembuatan rumusan masalah akan lebih mudah bila membuat pertanyaan turunannya terlebih dahulu. Apa saja yang ingin diketahui, apa saja pertanyaan yang berkaitan dengan “Siapa, Mengapa, Apa, Bagaimana” sebaiknya diketahui terlebih dahulu. Setelah itu baru dicari kaitannya, digabungkan, dan dirumuskan dalam pertanyaan besar. Sampai disini ada yang ingin menambah?

Tolong dicermati apakah keterangan saya ini bertentangan dengan buku Metode Penelitian Kuantitatif karangan Pak Erwan pada halaman 29, paragraf 2 yang menyebutkan “Permasalahan penelitian tersebut dapat dirumuskan dalam pertanyaan penelitian (research question, RQ)(meskipun tidak selalu demikian). …

Saya tidak menolak adanya pertanyaan turunan, namun tolong pertanyaan besarnya dicantumkan. Sampai disini dulu tutorial dan tips perumusan masalah kali ini. Sekian dan Terima kasih.

Tips Satu


Oke. Berhubung diskusi banyak yang tanya tapi sepi… Mungkin perlu penyegaran di sini ya… Perlu banyak belajar untuk kelas Metode Kuantitatif Kelas B… Banyak sekali yang perlu dibenahi… Banyak sekali yang harus dilakukan sejak sekarang… Pilihannya sekarang adalah mau berusaha sekarang atau tertinggal… Apakah pemikiran yang seperti ini yang membuat Indonesia tetap tertinggal seperti ini ya?

Jadi kita masuki tips yang pertama. Tips pertama akan membahas mengenai menggali pertanyaan, atau permasalahan. Seringkali kita menemukan permasalahan baru melalui diskusi bersama teman. Tidak hanya dalam forum diskusi dalam kelas atau ruangan tertentu dan telah dikondisikan untuk berdiskusi guna mendapatkan permasalahan. Obrolan dalam sebuah pertemuan tidak resmi dapat juga menjadi sumber pertanyaan.

Kadang kita tidak pernah memikirkan atau mengingat obrolan ketika sedang berada di angkringan atau warung atau hanya sekedar bertemu sesaat. Ketika kita bertemu seseorang di suatu tempat ketika kita menggunakan layanan publik dan orang tersebut mengeluh tentang yang berkaitan dengan layanan tersebut, itulah permasalahan layanan tersebut. Namun seringkali ketika kita mencari permasalahan mengenai sebuah instansi misalnya, kita sudah terpaku pada apa yang kita alami dengan instansi tersebut. Pengalaman orang lain seringkali kita lupakan. Padahal pengalaman orang lain itu dapat menjadi masukan berharga untuk menjadi permasalahan penelitian.

Untuk mempelajari lebih jelas mengenai penggalian masalah, sekarang kita coba untuk mendiskusikan permasalahan yang kita hadapi. Kita cari latar belakangnya, kemudian kita coba untuk mencari solusinya. Diskusi Empat sangat penting untuk didiskusikan sekarang. Bahkan dapat menjadi acuan untuk kuliah berikutnya. Sampai jumpa di Diskusi Empat.