Terdampar di Persimpangan


Rangkaian perubahan ke arah yang lebih baik belum tentu bisa berjalan dengan lancar. Kepentingan antara nahkoda dan anak buah kapalnya seringkali berbenturan dan menghasilkan keadaan yang stagnan. Kapal yang ingin dijalankan maju oleh nahkoda terpaksa tidak berubah satu jengkal pun ke arah yang diinginkan. Alhasil, kapal tersebut hanya akan terombang-ambing mengikuti arus yang entah akan membawa ke kejayaan atau kehancuran.

Tidak jauh berbeda dengan situasi pemilihan yang terjadi baik nasional maupun daerah. Gagasan-gagasan independen yang tidak berpihak ke kepentingan politik apapun seringkali berbenturan dengan kebutuhan hidup pendukungnya. Pertentangan ini perlu diluruskan dan disamakan visi dan misinya agar tidak terjadi lagi kondisi stagnan tanpa ada perubahan berarti.

Baca selanjutnya

Iklan

Mendobrak dengan Independen


Sudah sejak hari Jumat tanggal 2 Mei 2008 saya ingin posting tulisan ini. Namun kendala kesibukan dan masalah jaringan yang membuat saya menunda untuk menulis ini. Semoga saja tulisan ini tidak terhitung terlambat. Sepertinya malah ada keuntungan juga sedikit menunda tulisan ini. Selain lebih mematangkan isi tulisan, juga dapat memasukkan perkembangan terakhir dari Calon Wakil Walikota Independen Kota Bandung.

Latar belakang saya yang SIP mendorong saya untuk selalu mengkritisi segala hal yang berkaitan dengan politik. Apalagi bila berkaitan dengan Pilkada. Selalu saya tergelitik untuk mengkritisinya. Saya usahakan tidak hanya sekedar mengkritik, namun juga menawarkan solusi untuk keadaan yang lebih baik.

Baca selanjutnya…

Apakah Tidak Memilih adalah Pilihan?


Setiap ada pemilihan Kadus (Kepala Dusun) saya selalu bingung menentukan pilihan. Semua calon menjanjikan yang terbaik yang mereka bisa janjikan. Namun dengan melihat pengalaman pemilihan Kadus yang sudah berlalu, banyak janji yang tidak ditepati oleh Kadus terpilih. Menjadi semakin tidak percaya dengan calon jadi nih.

Biasanya ada beberapa calon yang jadi dalam pemilihan Kadus. Ada yang menggunakan lambang jagung, cabai, kelapa, durian, dan sebagainya. Apakah penggambaran itu menunjukkan sifat yang mencalonkan ya? Entahlah. Tapi kalau dibahas sepertinya lucu juga nih. Cabai, pedas di mulut, bikin keringetan. Jagung, habis manis sepah dibuang (sepertinya). Kelapa, bermanfaat banyak. Durian, tajam di luar, tapi di dalamnya manis (bagi yang suka). :mrgreen:

Baca selengkapnya disini.

Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa DIY


Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa atau yang biasa disebut sebagai PSPB mungkin sekarang dianggap sebagai pelajaran jaman dulu. Saya mendapat pelajaran PSPB ketika saya masih SD. Saya kurang tahu mengenai pelajaran jaman sekarang masih ada PSPB atau tidak. Namun masih lekat dalam ingatan saya beberapa isi dari pelajaran tesebut.

PSPB mempelajari sejarah perjuangan bangsa (seperti terlihat dalam judulnya) secara khusus dan detail mengenai sejarah bangsa Indonesia. Sebagian besar isinya adalah mengenai kisah kepahlawanan semenjak jaman kerajaan hingga pengiriman tim Garuda IV (yang ini lupa-lupa ingat). Di dalamnya juga ada sejarah mengenai pembentukan negara dan wilayah yang ada di dalamnya.

Salah satu yang masih melekat…