Terdampar di Persimpangan


Rangkaian perubahan ke arah yang lebih baik belum tentu bisa berjalan dengan lancar. Kepentingan antara nahkoda dan anak buah kapalnya seringkali berbenturan dan menghasilkan keadaan yang stagnan. Kapal yang ingin dijalankan maju oleh nahkoda terpaksa tidak berubah satu jengkal pun ke arah yang diinginkan. Alhasil, kapal tersebut hanya akan terombang-ambing mengikuti arus yang entah akan membawa ke kejayaan atau kehancuran.

Tidak jauh berbeda dengan situasi pemilihan yang terjadi baik nasional maupun daerah. Gagasan-gagasan independen yang tidak berpihak ke kepentingan politik apapun seringkali berbenturan dengan kebutuhan hidup pendukungnya. Pertentangan ini perlu diluruskan dan disamakan visi dan misinya agar tidak terjadi lagi kondisi stagnan tanpa ada perubahan berarti.

Baca selanjutnya

Iklan

Bukan Tips Memilih Imam


Siang hari, usai memaksimalkan fasilitas kantor serta meningkatkan imaging kantor. Iseng kursor berjalan menelusuri lekuk liku daftar blog terbaru. Terhenti jalan kursor pada sebuah artikel yang menggelitik rasa keingintahuan. Artikel yang berjudul 11 rasa 23 ini mengarahkan pemikiranku pada permasalahan Tarawih.

Rasa penasaran itu terjawab sudah ketika membukanya dan digantikan dengan rasa terkejut. Belum pernah mendapatkan atau menemukan sebuah pengamatan dan kesimpulan dari sudut pandang tersebut. Sebuah pesan yang terkandung di dalamnya, di bagian akhir ditemukan, “INGAT… imam dipilih untuk diikuti”.

Seketika pikiran…

Membedah Golput


Menarik sekali mendiskusikan Golput ini. Seakan tidak ada habisnya jua perbincangannya. Pemahaman mengenai Golput ini juga bermacam-macam. Mulai dari sama sekali tidak berangkat hingga pemahaman yang lebih jauh. Beberapa blog juga sudah mulai mengkampanyekan bahayanya Golput, sekarang boleh saja Golput asalkan pada waktu pemilihan memilih yang terbaik di antara yang terhancur, sambutan baik terhadap fatwa haram, serta yang mempertanyakan keharamannya.

Dari berbagai tulisan tersebut, semuanya mendorong pada pendidikan pemilih. Ya. Jika pada jaman orde batu pemilih diarahkan dan dipermainkan, sekarang pemilih diajak untuk berpikir kemajuan bangsa ini di masa yang akan datang. Kita tidak akan mau jika bangsa ini terpuruk dalam korupsi, kolusi dan nepotisme yang diawali dari calon yang membayar untuk menempatkan namanya, mendapatkan suara, lalu menjalankan metode kejar setoran untuk balik modal.

Logika KKN

Mencari Pegangan di Tengah Kebingungan


Berhari-hari mengamati blogosphere sepertinya tidak ada yang berminat untuk mengulas atau mengamati masalah Pemilu. Yah, sepertinya memang Pemilu bukanlah menjadi pestapora rakyat. Melainkan menjadi pestapora caleg dan partai. Sebagaimana layaknya pesta pernikahan yang melambangkan pasangan yang menikah, umbul-umbul dan bendera yang dipasang adalah mengandung lambang partai dan calegnya. Bukan lambang rakyat.

Mengamati Pemilu dengan tingkah polah caleg, partai dan orang-orang yang berupaya mendongkrak suara cukup membuat pusing. Mulai dari pemasangan baliho, bendera hingga iklan membuat semakin sulit untuk menentukan pilihan. Bahkan pemberitaan kadangkala sulit untuk dapat menjadi sumber yang obyektif.

Lalu, apakah Golput dapat menjadi pilihan?

Pingin Nulis Kampanye


Berhari-hari berjuang mengalahkan kemalasan, akhirnya hari ini masih malas juga. :mrgreen: Tapi ada dorongan yang sangat kuat untuk memberi tips dan trik pada pemilih. Akan tetapi tidak ingin memberi tips dan trik ini sebelum masa kampanye selesai. :mrgreen:

Kok bisa mbulet gitu? Yah, seperti itulah kondisinya. Saat ini saya sedang berada di antara dua sisi. Di satu sisi, ingin memberikan pendidikan bagi pemilih agar tidak golput. Di sisi lain, tidak ingin memberikan pendidikan bagi para calonnya.

Diperkirakan jika diungkapkan pada saat ini, para calon akan cari muka dengan membenahi semua cara kampanye mereka. Pemilih mulai saat ini harus mencemati bagaimana cara calon berkampanye. Mulai dari bentuk kampanye, tempatnya, ketertibannya, kerapiannya, dan sebagainya. Untuk bendera, poster, spanduk dan pamflet, ditempatkan di mana, bagaimana penempatannya dan sebagainya harus juga dicermati.

Selamat mencermati. :mrgreen:

Perlu Turnaround untuk Kinerja Lebih Baik


Beberapa bulan terakhir ini suasana kantor terasa tidak menyenangkan. Aku yang biasanya betah di ruangan bahkan hingga malam telah larut memilih untuk pulang lebih awal. Pulang lebih awal jika tidak mau dikatakan pulang tepat waktu. :mrgreen:

Suasana yang tidak nyaman ini semakin terasa dalam beberapa hari terakhir. Tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan yang semakin berkurang. Namun juga berhubungan dengan ketidakadilan yang seringkali disampaikan oleh karyawan yang dekat. đŸ˜€

Turnaround…