Bermain TOWS


Dunia bisnis mengenal yang dinamakan TOWS. TOWS ini digunakan untuk menentukan strategi perusahaan ke depan dalam menghadapi persaingan. Biasanya seperti itu. Dalam TOWS dapat diketahui apa saja yang mungkin dihadapi, berkaitan dengan peluang dan ancaman terhadap bisnis. Selain itu, bisnis juga dapat mengetahui apa saja yang dapat menjadi titik lemah dan kekuatan dalam melakukan persaingan.

TOWS juga dapat dilakukan secara mandiri. Digunakan sebagai alat introspeksi diri, TOWS dapat memperkirakan keberhasilan di masa yang akan datang. Setelah melakukan TOWS ini perlu dilakukan langkah-langkah mengkombinasikan antara kekuatan, kelemahan, ancaman, dan peluang. Dari berbagai kombinasi yang ada, dapat digunakan salah satu untuk menentukan pilihan strategi.

Bagaimana cara mulainya…

Vakum Seminggu


Disclaimer:

  1. Tulisan ini hanyalah curahan hati yang sedang resah.
  2. Tulisan ini dibuat hanya untuk mengisi kekosongan yang berlarut-larut.
  3. Tulisan ini bukan untuk menyinggung perasaan orang lain.
  4. Tulisan ini tidak dibuat untuk menghina orang lain.
  5. Tulisan ini tidak ditujukan untuk menyindir orang lain.
  6. Tulisan ini tidak dapat digunakan untuk menuntut penulis dalam keadaan apapun.

Apa sih isinya?

Konversi Lalu Naik


Tadi pagi, bangun tidur, langsung ambil koran. Kedaulatan Rakyat jadi sarapan pagi. Hehehe. Seperti biasa, berita hanya dibrowsing dari judulnya aja. Tertegun, terkejut, segala perasaan campur aduk liat satu berita dengan judul “Harga Gas Akan Naik”. Ga lucu nih. Bukankah beberapa waktu yang lalu sedang ramai-ramainya konversi minah jadi gas. Kok sekarang gas dinaikkan harganya.

Bebebrapa waktu yang lalu, Pemerintah melakukan pembagian kompor gas dan tabung gas gratis walaupun tabung gas yang dibagikan tergolong kecil dan harganya diperkirakan terjangkau oleh masyarakat. Namun dalam jangka panjang dapat diperkirakan bahwa penggunaan bahan bakar gas elpiji akan meningkat. Sementara sumberdaya alam fosil semakin berkurang karena terus diambil dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memperbaruinya. Bisa jadi harus menunggu ribuan tahun untuk memperbaruinya. Hampir dapat dipastikan bahwa harganya akan meningkat. Apakah ini juga telah diperhitungkan oleh Pemerintah?

Penggunaan bahan bakar gas memang dapat dibilang lebih hemat karena gas dapat mengeluarkan api yang relatif lebih stabil dan lebih panas dibandingkan dengan minah. Akan tetapi penggunaan dengan kuantitas tabung yang semakin banyak secara bersamaan akan mengakibatkan permintaan bahan bakar gas melonjak cukup besar. Pengaruhnya akan kembali lagi pada sediaan dan harga. Seperti yang dikatakan oleh orang ekonomi bahwa harga akan dipengaruhi oleh besarnya permintaan dan penawaran. Itu masalahnya kembali ke laptop harga.

Sepertinya belum ada antisipasi yang dilakukan oleh Pemerintah dalam menangani permasalahan. Kecenderungan para pelaku Pemerintah adalah mengeluarkan kebijakan yang bersifat reaktif. Contohnya saja ketika kebijakan untuk menggantikan minah menjadi gas dikarenakan subsidi minah yang tidak dinikmati oleh  masyarakat kecil. Maka diupayakan untuk meningkatkan kesejahteraan dengan mengubah minah menjadi gas.

Kemudian ketika permintaan akan gas meningkat, maka Pemerintah menaikkan harga karena jumlah persediaan semakin menipis. Lalu apakah masyarakat harus kembali menggunakan kayu bakar untuk memasak? Hmmm, reaksi apa yang akan diambil oleh Pemerintah dalam menanggapi kenaikan harga gas ini?

Apakah dalam membuat kebijakan tidak melakukan prediksi dan menentukan skenario-skenario antisipasi dalam menangani resiko suatu kebijakan. Sepertinya Pemerintah perlu mendalami Manajemen Resiko. Atau bahkan perlu mempelajari TOWS agar memiliki sense of risk. Sepertinya perlu juga mempelajari teori bisnis agar dapat memperkaya pengetahuan, dan memberikan sedikit nilai tambah dalam hal pelayanan pelanggan dan konsumen. Berarti perlu mempelajari Manajemen Layanan.

Ternyata banyak yang harus dipelajari oleh Pemerintah. Apakah Pemerintah akan berbesar hati dan mulai mempelajari teori-teori tersebut? Hanya waktu yang dapat menjaab semua itu.