Istilah Mesin Pencari


Dalam statistik blog banyak informasi yang bisa didapatkan terkait dengan minat orang yang datang ke blog. Salah satunya adalah istilah mesin pencari. Istilah mesin pencari ini menunjukkan istilah yang digunakan untuk menemukan blog. Kadang isinya aneh-aneh, namun cukup menggambarkan minat orang tersebut. :mrgreen:

Tadi pagi aku membuka statistik hanya karena iseng dan ingin tahu saja mengenai perkembangan blog dan ide untuk tulisan. Secara tidak sengaja aku melirik ke istilah mesin pencari hari ini.  Di sana aku menemukan dua kali pencarian dengan istilah-istilah yang memang sering aku gunakan untuk menulis. Tapi yang mengejutkan, namaku masuk dalam istilah mesin pencari tersebut. 😯 Apakah aku setenar itu?

screenshot istilah mesin pencari

😆 Yup. Mungkin ini mahasiswa yang mencari buku yang aku tulis. Sabar kawan. Buku yang kutulis belum masuk dalam ebook. Masih dalam bentuk cetak, dan masih dalam proses pengetikan. 😆

Iklan

Sepi Menyeruak di Kawasan Blog


Lama juga tidak mengunjungi blog dan menulis. Sampai lupa caranya menulis. :mrgreen: Asal jangan lupa kode emotnya. It’s ok.

Sejak kemarin aku berjalan2 di kawasan blog, baru tersadar hari ini. Ke mana semua kawan bloger? Mereka yang seringkali menghiasi BOTD kini tidak lagi terlihat tulisannya dalam daftar terlanggan. Mungkin sudah mulai tambah sibuk dengan pekerjaan mereka. Atau akses internet semakin lama tidak bersahabat dengan bloger yak? Mudah2an hanya karena kesibukan yang tidak dapat ditinggalkan saja.

Well, “hilang satu tumbuh seribu” mungkin itu yang akan mereka katakan. Hilang satu bloger akan memunculkan ribuan bloger aktif. Amin. Tidak ada salahnya pepatah itu. Kawan bloger gaek tidak lagi aktif menulis, makin banyak kawan bloger baru yang mulai menulis. :mrgreen:

Yah, aku hanya ingin tahu kabar kawan bloger senior. Ada yang tahu kabar kawan2?

Batal install aplikasi wp di android


Kemarin sempat menemukan sebuah aplikasi yang cukup menarik untuk gadget android. Aplikasi tersebut diharapkan dapat membantu untuk update blog lebih sering. Ya. Aplikasi untuk wordpress.

Setelah selesai melakukan installasi, uji coba pun dilakukan. Sentuh2 di sana dan sini, akhirnya menemukan tombol untuk menambah post. Jempol segera menari dengan lincah untuk menuliskan kabar gembira tersebut.

Segera tulisan jadi dan pengaturan tag serta kategori selesai. Cek lagi tulisan, dan lalu tombol post ditekan. Betapa perasaan menjadi hancur saat terdapat pesan bahwa posting tidak dapat dilakukan. Lha, terus aplikasi itu untuk apa?

Sesaat setelah pesan tersebut dihilangkan, langsung membuka manage application, dan uninstall. Wis, ga pake aplikasi itu pun gapapa.

Ada saran pakai aplikasi apa?

Tips: Menambahkan Tombol “Share”


Sekarang ada cara yang lebih mudah untuk berbagi tulisan yang menarik dalam WP. Yaitu dengan menambahkan tombol share atau like. Cara ini dapat ditemukan di tulisan ini, yang menjelaskan dengan video mengenai cara menambahkan tombol share.

Tombol share yang ditawarkan oleh WP ini terdapat dalam Setting>Sharing. Karena tombol ini merupakan bawaan dari WP, tentu saja tidak membutuhkan adanya skrip atau aplikasi tambahan. Hanya dengan sedikit upaya setting, dapat menambahkan fasilitas bagi para pembaca untuk menyebarkan tulisan yang menarik.

Baca selanjutnya

Tips: Menambahkan Tag “More”


Sekitar dua minggu yang lalu, seorang kawan mengontak dan menanyakan perihal merapikan tampilan tulisan yang dipotong. Bagi saya sendiri sesungguhnya, menemukan hal itu juga tidak disengaja. Pada awalnya hanya karena memang keinginan menulis dan ditampilkan saja sehingga merasa tidak perlu menambahkan tag ini. Namun setelah tulisan mulai panjang dan mengamati tulisan ketika di beranda, saya sendiri merasa bahwa tampilan terlalu membosankan dan bertele-tele.

Panjang tulisan yang lebih dari tiga paragraf, dan tulisan yang ditampilkan pun lebih dari tiga artikel membuat beranda menjadi sangat membosankan. Sangat tidak direkomendasikan pada penulis yang cenderung memberikan tulisan analisis panjang lebar. Saya yakin tidak akan ada yang mau berkunjung kembali untuk membacanya walau sekilas. :mrgreen:

Tampilan blog…

Nostalgia Surat Berantai


Jauh sebelum internet merebak seperti sekarang ini kita berkomunikasi jarak jauh dengan menggunakan telepon atau surat. Tentu saja jika menggunakan surat, kita harus dengan setia menunggu hadirnya surat balasan dari rekan korespondensi dalam beberapa hari. Dengan menggunakan telepon tentu lebih cepat karena sambungan telepon tidak terbatas fisik.

Mekanisme Surat Berantai

Pada masa keemasan surat, ada beberapa orang yang sengaja menggunakan cara untuk mengembangkan jaringan dan mendapatkan keuntungan hanya dengan biaya rendah. Cara tersebut adalah surat berantai. Kita cukup memasukkan nama kita dalam urutan terakhir dan mengirimkan sejumlah uang kepada nomor pertama. Jangan coba-coba untuk dimasukkan langsung pada nomor pertama karena menjadikan perhitungan yang berbeda.

Surat lalu dikirimkan…

Naik Turun Memang Tidak Nyaman


Niat untuk menulis tidak pernah dapat berada pada posisi yang stabil. Kadang ada keinginan untuk menulis dan tulisan pun selesai dengan cepat. Namun tidak jarang pula sama sekali tidak memiliki keinginan untuk menulis apapun itu. Dan tanpa terasa waktu untuk akses telah habis tanpa sisa. Akhirnya hari berlalu tanpa ada tulisan satu huruf pun.

Ada beberapa penyebab…