Beberapa hari yang lalu, saya nyasar ke salah satu blog yang menyebutkan kalau motor jantan itu sebenarnya matik. Argumen utama yang diberikan adalah matik cenderung rawan senggolan stang sehingga punya alasan untuk kejar-kejaran dan balas dendam. Bila hidup di hutan bersama kera mungkin kejantanan kera selalu ditunjukkan dengan perkelahian dan fisik. Tapi kita hidup di peradaban bro. Di mana kejantanan tidak lagi berdasarkan kekerasannya saja. Namun jantan juga diartikan macho, gagah, dan tidak semua orang bisa.
Sesungguhnya saat itu juga ingin segera memberikan balasan. Namun saat itu ada postingan lain yang ngantri bahkan ada ketikan yang belum selesai.
Dalam blog itu juga dikatakan bahwa pemasang stiker “Lelaki Sejati Oper Gigi” mungkin belum pernah pakai matik. Hadeuh… saya sudah coba motor semenjak RS100S, Grand, SupraFit, Alfa, AlfaII, AlfaIIR, Bravo, RC100, RGR, Kharisma, Supra, Vario, Mio, Jupiter, GL Max, Binter Mercy, GL Pro, JupiterZ, Minthi, C70, Jupiter MX, jangan lupakan vespa, dan yang selalu saya gunakan sekarang adalah Tiger 2000. Dan kesimpulan saya selama menggunakan beragam jenis motor itu adalah tetap jantan si Hejo.
Klik aja klo mau liat penampakan si hejo