Sudah hampir setahun pikiran saya diganggu dengan pertanyaan tersebut. Bila dulu saya melihat bahwa adanya kekerasan karena lingkungan (tapi jauh sebelum blog ini lahir). Sekarang gangguan pikiran ini berkaitan dengan pengamatan saya terhadap keponakan dan anak tetangga saya.

Kekerasan yang ingin saya tampilkan disini adalah berkaitan dengan ketidakpuasan. Atau bila lebih detil lagi adalah pemaksaan kehendak agar diikuti oleh yang lebih berwenang. Seorang bayi tidak akan dikatakan berdemonstrasi bila menangis dengan keras, memukul-mukul atau bahkan membanting mainannya hanya untuk sekedar meminta permen kepada orangtuanya.

Apakah terlalu melebih-lebihkan?

Semenjak beberapa minggu yang lalu, widget di sebelah bertambah panjang. Berisi hal-hal yang penting ga penting. Segala macam hal baru dimasukkan. Tidak terasa widget jadi panjang sekali.

Hari ini bahkan menemukan tips baru (buat saya) berkaitan dengan visitor. Pengunjungnya bisa diihat dari IP-nya. Hanya menunjukkan nama negaranya saja sih. Sementara segitu juga cukup. Ke depannya minta yang lebih lagi. :mrgreen:

Fasilitas ini menggunakan globetrackr. Keterangannya baca sendiri ya. :twisted: Yup, sekarang beres-beres widget dimulai. :mrgreen:

Menyusul posting mengenai kasus tabrak lari. Pagi tadi browsing berita terbaru di detikcom. Berita yang simpang siur mengenai kondisi korban sudah mulai jelas. Alhamdulillah kalau memang tidak ada retakan yang membahayakan di kaki korban.

Kalau masalah panik memang dapat dipahami. Karena siapapun tidak akan berani menghadapi massa sebanyak itu sendirian. Apalagi itu mobil dinas. Tapi bagaimanapun juga jalanan harus dibersihkan dari pengemudi yang mudah panik. Berapa banyak nyawa yang terancam bila pengemudi mudah sekali panik.

Lanjutkan bacanya…

Terkejut saya menyaksikan berita petang tadi. Betapa hukum rimba masih berlaku di rimba negara hukum yang diagung-agungkan. Apakah seperti ini yang harus dibanggakan Bangsa Indonesia. Apakah yang seperti ini yang menjadi obyek wisata unggulan untuk Visit Indonesia Year 2008.

Mahasiswa ditabrak hingga terlempar setinggi 3 meter. Patah kaki itu jelas. Dalam berita yang ditampilkan petang tadi, walaupun hanya rekaman kejadian petang tadi, saya juga bisa merasakan sakitnya. Anak bangsa sebagai masa depan bangsa dihajar mobil berkecepatan tinggi.

Lanjutkan bacanya…

Sudah sekitar seminggu ini perasaan hati dongkol, sebel, marah, dan segala macam yang membuat hari-hari menjadi indah. Jaringan komunikasi merupakan bagian penting dari pekerjaan. Bila itu terganggu walaupun hanya satu menit, akan banyak merugikan.

Sekitar satu minggu ini jaringan telekomunikasi yang saya gunakan mengganggu pekerjaan saya. Jadi kepikiran untuk menuntut sesuai dengan kerugian yang saya terima. Namun ketika dipikir kemudian, nanti pengeluaran dan hasil tuntutan akan tidak sebanding.

Apa sih kasusnya…

Beberapa waktu yang lalu BeOTeDe sempat marak dengan adanya kartu setan, sms merah, dan sejenisnya. Tulisan ini bukan ingin menanggapi hal itu. Tapi lebih kepada ungkapan kekesalan terhadap operator seluler yang tergolong “setan”.

Seperti diketahui bahwa operator seluler merupakan layanan yang menyediakan jasa komunikasi jarak jauh. Dilihat dari jenis bisang usahanya yaitu “jasa” yang berarti seharusnya mementingkan layanan kepada pelanggannya. Berbeda dengan bidang usaha “barang” yang berarti menghasilkan produk fisik.

Operator Seluler…

Sekitar dua hari yang lalu saya menemukan sebuah posting yang berisikan Tipe2 Bloger Menurut Dia. Disusul dengan tulisan Dia Inih Bloger Newbie Ga Tau Diri. Ngakak guling-guling saya baca dua post tersebut. :lol:

Sempat saya mencoba komen di post tersebut. Sayang dimoderasi. Setelah beberapa kali mencoba, mungkin komen saya masuk ke spam. :evil: Padahal menarik untuk dibahas. Bahkan menarik untuk diproyekkan untuk penelitian ‘Tipe Bloger dengan Kriteria Tertentu’. Otaknya penelitian banget nih. :twisted:

Tulisan saya yang bikin muntah

Dalam keseharian, seringkali ditemui masalah ‘kulit dan isi’. Banyak sekali hal yang bisa dibahas berkaitan dengan ‘kulit dan isi’. Kulit lebih banyak berkaitan dengan penampilan pertama, atau penampilan luar saja. Namun isi lebih berkaitan dengan kualitas atau hasilnya.

Permasalahan ‘kulit dan isi’ ini akan lebih mudah dibahas bila dicontohkan dengan buah. Durian dan salak misalnya. Durian dan salak dengan kulit luarnya yang keras dan berduri ini tidak sedikit orang yang menyukainya. Yang mereka cari adalah isi buahnya. Mereka rela sedikit-demi sedikit menggigit daging buah untuk dapat menemukan isinya. :twisted:

Pembahasan tidak berkaitan dengan buah…

Hampir tiap hari saya menerima kripik kritik. Hampir semuanya melihat penampilan. :twisted: Padahal saya tidak pernah melihat orang dari penampilannya. Penampilan sehari-hari saya memang seperti ini karena memang tuntutan kantor lebih nyaman seperti ini.

Apalagi orang lain malah lebih menghormati dengan penampilan seperti ini. Bukan karena saya gila hormat. Tapi, salahnya mereka sendiri yang menghormati saya karena sisi luar saya. :lol:

Ada apa sih…

Sudah seminggu ini rasa resah datang mendera. Sekian banyak pekerjaan yang harus diselesaikan berakhir mengambang tidak tentu rimbanya. Bahkan deadline yang sudah ditentukan sepertinya harus ditendang jauh-jauh. :twisted:

Oh, sampai kapan resah ini terus menghinggapi?

Next Page »